Jayapura, Teraspapua.com – Sebagian wilayah pesisir pantai Kampung Kayu Batu, Kota Jayapura, akan dimanfaatkan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan Orang Asli Papua (OAP).
Rencana pembangunan tersebut mulai mengerucut setelah Rowese Kampung Kayu Batu, Alex Pui, bersama Kepala Pemerintahan Kampung Kayu Batu, Akilla Makanuay, secara langsung menunjukkan lokasi perairan laut yang akan digunakan kepada Anggota DPD RI Komite III, Pendeta (Pdt) David H. Waromi, belum lama ini.
Menariknya, lokasi pesisir tersebut diserahkan secara cuma-cuma oleh pemilik hak ulayat, tanpa tuntutan ganti rugi dalam bentuk apa pun. Penyerahan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh masyarakat adat terhadap program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang difokuskan pada peningkatan taraf hidup
masyarakat pesisir dan nelayan lokal.
“Terkait dengan hak ulayat, masyarakat telah sepakat menyerahkan lokasi ini untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujar Rowese Kampung Kayu Batu, Alex Pui
Ia menekankan bahwa tidak ada kompensasi atau ganti rugi yang diminta oleh masyarakat adat atas lahan dan wilayah laut yang diserahkan tersebut.
“Tidak ada ganti rugi sepeser pun. Kami berikan secara gratis untuk membangun kampung nelayan, demi masa depan anak-anak kami dan kesejahteraan masyarakat pesisir Kampung Kayu Batu,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Pdt. David H. Waromi menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi kepada Ondoafi, Pemerintah Kampung, serta seluruh masyarakat Kampung Kayu Batu atas sikap terbuka dan dukungan mereka terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ondoafi Kampung Kayu Batu, Pemerintah Kampung, serta seluruh masyarakat adat yang dengan tulus menyerahkan hak ulayatnya demi kepentingan bersama,” ujar Pdt. David Waromi kepada Teraspapua.com.
Menurut Senator asal Papua tersebut, dukungan masyarakat adat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan di Tanah Papua, khususnya program-program yang menyentuh langsung kehidupan Orang Asli Papua.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah program strategis nasional yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat nelayan OAP. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang keadilan sosial, kesejahteraan, dan masa depan masyarakat pesisir Papua,” katanya.
Pdt. David Waromi yang juga menjabat sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua menegaskan bahwa pembangunan kampung nelayan ini nantinya akan dirancang secara terintegrasi, mulai dari hunian nelayan, fasilitas tambatan perahu, tempat pengolahan hasil laut, hingga akses pasar yang memadai.
“Kita ingin nelayan Papua naik kelas. Mereka harus punya tempat tinggal yang layak, fasilitas kerja yang memadai, serta akses pasar yang jelas agar hasil tangkapan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal program tersebut agar berjalan sesuai peruntukannya dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Kayu Batu.
“Sebagai wakil daerah di DPD RI, saya berkomitmen mengawal program ini dari pusat hingga ke daerah, supaya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan OAP dan tidak menyimpang dari tujuan awal,” tegas Waromi.
Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kayu Batu ini diharapkan menjadi model pengembangan kampung nelayan modern di Kota Jayapura, sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi masyarakat pesisir Papua.
(Har/Sand)
















