Jayapura, Teraspapua.com – Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat.
Kali ini, dukungan datang dari masyarakat adat Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, yang secara tegas menyatakan komitmennya untuk memenangkan pasangan BTM–CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025 mendatang.
Pernyataan dukungan ini disampaikan langsung oleh tokoh adat atau Ondoafi Kampung Kayu Batu, Rudolf Makanuay melalui perwakilan adat (pesuru), Alex Pui dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat di pantai Base G, Rabu (09/7/2025)
“Kami Komitmen Menangkan BTM–CK di Kampung Kami” tegasnya.
Dalam sambutannya, Alex Pui menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kunjungan langsung pasangan calon BTM–CK ke wilayah adat mereka.
Menurutnya, kehadiran langsung kedua tokoh tersebut menunjukkan penghargaan terhadap nilai-nilai adat dan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kampung Kayu Batu.
“Kami masyarakat adat Kampung Kayu Batu percaya bahwa Benhur Tomi Mano dan Constant Karma akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Kehadiran mereka di kampung ini adalah kehormatan bagi kami. Kami tahu adat, kami beradab. Karena itu, kami berkomitmen untuk memenangkan mereka,” tegas pesuru mewakili Ondoafi.
Tak hanya menyambut hangat, Ondoafi juga menegaskan bahwa kemenangan BTM–CK di kampung mereka adalah sebuah janji adat yang akan mereka tepati.
“Saya sampaikan dengan tegas, di kampung kami ini, pasangan nomor urut 1 pasti menang. Itu janji saya sebagai Ondoafi,” ujarnya penuh keyakinan.
Lebih jauh, tokoh adat ini menyinggung soal keberadaan hak ulayat masyarakat adat Kampung Kayu Batu, yang meliputi wilayah strategis hingga ke kawasan Angkasa dan Dok V. Ia menegaskan bahwa tanah tersebut adalah milik adat dan hingga kini belum pernah ditukar atau dijual, termasuk dalam urusan politik.
“Kami tidak pernah meminta uang kepada siapa pun. Tapi hari ini, saya tegaskan: kami pemilik hak ulayat adat berhak menentukan pilihan kami. Kami memilih pasangan nomor urut 1, BTM–CK, dan kami minta agar pilihan kami dihargai,” ujar Makanuay tegas.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat adat akan melakukan pengawasan langsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemilihan. Jika hasil tidak sesuai dengan komitmen masyarakat adat, maka tanggung jawab sepenuhnya akan dipertanyakan.
“Kami para tokoh adat akan turun langsung mengecek di TPS. Jika BTM–CK tidak menang, maka itu menjadi tanggung jawab dan resiko besar. Karena kami sudah nyatakan komitmen kami,” katanya.
Menutup pernyataannya, Ondoafi Kampung Kayu Batu mengajak seluruh warga, baik dari unsur adat maupun masyarakat umum, untuk bersatu mendukung dan memenangkan pasangan nomor urut 1. Ia menekankan bahwa kehadiran BTM–CK di tengah masyarakat bukan hanya simbol kampanye, tetapi bentuk nyata kedekatan pemimpin dengan rakyat.
“Hari ini mereka sudah datang ke kampung kami. Kami akan berusaha sekuat tenaga memenangkan mereka dalam kontestasi politik ini. Mari kita bersatu, jangan ragu, ini untuk masa depan Papua,” ajaknya dengan semangat.
Deklarasi dukungan dari masyarakat adat Kampung Kayu Batu ini menambah panjang daftar komunitas dan kelompok masyarakat yang menyatakan sikap mendukung pasangan BTM–CK.
Dengan kekuatan akar rumput yang terus menguat, pasangan ini diyakini menjadi salah satu kontestan kuat dalam pertarungan politik menuju pucuk pimpinan Provinsi Papua.
(Nov/Rck)














