banner 325x300

Syukuri 2025, Sambut 2026 di Pulau Metu Debi, SOCAKAB – SICAKAB Perkuat Ikatan Persaudaraan

Jayapura, Teraspapua.com – Dalam rangka mensyukuri seluruh nikmat dan berkat Tuhan sepanjang tahun 2025 serta menyambut berbagai kasih karunia dan rahmat Tuhan di
tahun 2026, keluarga besar Solidaritas Mantan Camat Se-Kabupaten Jayapura (SOCAKAB) dan Solidaritas Istri Camat Se-Kabupaten Jayapura (SICAKAB) menggelar acara Lepas Sambut Tahun 2025 – 2026 yang berlangsung di Pulau Metu Debi, Kampung Enggros, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (3/1/2025).

Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Komisioner V Dewan Pimpinan Nasional (DPN) IKAPTK, Benhur Tomi Mano, MM, Pembina SICAKAP Kristina Luluporo Mano, Ketua SOCAKAP Alfons Sesa, serta para anggota dan keluarga besar alumni.

banner 325x300

Kegiatan lepas sambut ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk merenungkan perjalanan hidup, memperkuat ikatan persaudaraan, dan meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan di tengah perbedaan jalan hidup para alumni.

Dalam kesempatan tersebut, Komisioner V DPN IKAPTK, Benhur Tomi Mano, memberikan motivasi dan refleksi awal tahun.

Ia menegaskan bahwa awal tahun selalu menghadirkan suasana yang berbeda, bukan semata karena pergantian kalender atau meriahnya perayaan, tetapi karena awal tahun mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur kepada diri sendiri tentang arah langkah hidup dan dengan siapa perjalanan itu dijalani.

“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk melepas tahun yang telah berlalu dan menyambut tahun yang baru, tetapi untuk menyadari satu hal penting, bahwa waktu terus bergerak, sementara kebersamaan tidak boleh tertinggal,” ujar BTM sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa kehidupan sering membawa setiap orang ke tempat dan posisi yang berbeda-beda. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak membuat sesama alumni menjauh.

Menurutnya, seluruh alumni pernah memulai dari titik yang hampir sama, duduk di ruang kelas yang sama, menunggu pengumuman nilai, dan belajar tentang harapan serta
masa depan.

“Setelah bertahun-tahun berlalu, jalan hidup kita memang tidak lagi seragam. Ada yang memimpin banyak orang, ada yang mengelola usaha, ada yang mengabdi di masyarakat, dan ada pula yang masih terus berjuang. Semua itu sah dan manusiawi,” ungkapnya.

BTM menekankan bahwa perbedaan pencapaian, profesi, dan kondisi hidup tidak menjadikan seseorang lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.

Dalam keluarga besar IKAPTK, mereka yang telah berhasil tidak perlu mengecilkan sesama, dan mereka yang masih berjuang tidak perlu merasa minder.

“Tantangan terbesar kebersamaan alumni hari ini bukan pada perbedaan latar belakang atau profesi, melainkan pada jarak yang perlahan tercipta tanpa kita sadari,” katanya.

Ia menggambarkan bahwa terkadang alumni yang telah melangkah jauh merasa sungkan untuk hadir karena takut terlihat menonjol, sementara mereka yang masih berjuang memilih diam karena merasa tertinggal. Padahal, menurutnya, IKAPTK tidak pernah didirikan sebagai ajang perlombaan, melainkan sebagai rumah bersama tempat setiap alumni dapat hadir apa adanya.

Lebih lanjut, BTM berharap momentum lepas sambut tahun baru ini tidak hanya diisi dengan resolusi yang tinggi, tetapi lebih pada penguatan hal-hal mendasar, seperti menjaga komunikasi, merawat rasa saling percaya, dan membangun kepedulian yang nyata.

“Organisasi alumni tidak selalu besar karena banyaknya program, tetapi karena kedalaman kebersamaan di dalamnya,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, ia menyadari bahwa dunia akan terus bergerak cepat dan tantangan hidup tidak akan berkurang. Namun demikian, ia berharap IKAPTK tetap menjadi ruang yang aman bagi seluruh alumninya, tempat untuk saling menguatkan tanpa sungkan, saling berbagi tanpa merasa rendah, serta saling hadir tanpa harus menunggu acara besar.

“Jika ada yang sudah sampai lebih dulu, biarlah ia menjadi penunjuk jalan. Jika ada yang masih berjalan, biarlah ia ditemani, bukan dihakimi,” pesan BTM.

Menutup sambutannya, atas nama pribadi dan sebagai bagian dari keluarga besar IKAPTK, ia menyampaikan ucapan selamat melepas tahun 2025 dan selamat menyambut tahun 2026.

Ia juga memohon agar Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati setiap langkah, menguatkan persaudaraan, dan menjaga IKAPTK sebagai rumah yang hangat bagi siapa pun
yang ingin kembali pulang.

Acara lepas sambut tahun tersebut ditutup dengan doa dan makan bersama, mencerminkan semangat persaudaraan dan komitmen untuk terus berjalan bersama dalam kasih, saling menjaga, dan saling menguatkan di tahun yang baru.

(har)