Jayapura, Teraspapua.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Papua menilai Gereja Kristen Injili di Tanah Papua sebagai lembaga keagamaan yang memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat di seluruh wilayah Papua, termasuk daerah terpencil.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPW PSI Papua, Joan Henri Simeon Rouw, saat mendampingi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam kunjungan ke Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Jumat (9/5/2026) sore.
Menurut Joan, GKI memiliki peran strategis karena jangkauan pelayanannya yang luas, mulai dari wilayah pegunungan, lembah, hingga pesisir pantai di Papua.
“PSI melihat GKI di Tanah Papua sangat peduli terhadap masyarakat. Sebagai gereja terbesar, GKI tentu lebih memahami kondisi riil di Papua sampai ke pelosok, baik di lembah, pegunungan, maupun wilayah pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kunjungan Ketua Umum PSI ke kantor sinode GKI merupakan bagian dari upaya membangun silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dengan pimpinan gereja.
“Kunjungan Mas Kaesang ini dalam rangka silaturahmi dengan pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua. Kami ingin mendengar langsung pandangan dan masukan dari gereja,” katanya.
Joan juga menyinggung jejak kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang sebelumnya pernah datang dan didoakan di kantor sinode lama sebelum menjabat sebagai presiden. Ia menyebut, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi PSI untuk terus membangun hubungan dengan tokoh-tokoh keagamaan di Papua.
“Kami ingin melanjutkan jejak tersebut. Mas Kaesang memahami bahwa GKI adalah gereja terbesar dan tertua di Papua, sehingga penting bagi kami untuk mendengar langsung pendapat pimpinan sinode,” ujarnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Joan menyebut dialog antara Kaesang dan jajaran pimpinan sinode berjalan dalam suasana cair dan terbuka. Sejumlah isu terkait kondisi Papua serta peran gereja dalam kehidupan masyarakat turut dibahas.
“Tadi kami sudah melakukan dialog yang sangat cair antara Ketua Umum PSI dengan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua beserta jajaran pimpinan lainnya,” katanya.
Ke depan, PSI Papua berkomitmen untuk terus menjalin koordinasi dengan Sinode GKI sebagai mitra strategis dalam memahami dan merespons berbagai persoalan di Papua.
“PSI di Papua akan selalu berkoordinasi dengan Sinode GKI. Kami menjadikan sinode sebagai ruang diskusi untuk meminta pandangan, karena kami menyadari peran GKI di Tanah Papua sangat besar,” ujar Joan menutup pernyataannya.









