Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan berbagi bersama para janda dan anak yatim piatu di Perumahan Puri Kencana, Kota Raja, Jayapura, Selasa (21/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana sederhana itu menjadi bagian dari komitmen rutin Betaubun dalam menjalankan program berbagi kepada kelompok masyarakat rentan. Program tersebut diketahui telah dijalankan secara konsisten setiap bulan, dengan menyasar para janda dan anak yatim sebagai penerima manfaat utama.
Dalam kegiatan tersebut, para penerima manfaat tidak hanya diajak makan bersama, tetapi juga menerima bantuan berupa beras serta uang tunai untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Momen kebersamaan semakin terasa karena acara turut dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun salah satu anggota keluarga Betaubun.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pnt. Musina Yerisetow. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan firman dari 1 Korintus 1:1–9 tentang ucapan syukur, yang menekankan pentingnya hidup dalam kasih karunia dan kesetiaan kepada Tuhan.
Ia mengajak para janda dan anak yatim untuk tidak memandang kehidupan semata dari sisi penderitaan, melainkan melihat penyertaan Tuhan dalam setiap proses kehidupan.
“Pergumulan hidup, termasuk kehilangan pasangan, bukan akhir dari segalanya. Tuhan tetap setia. Kita diajak untuk hidup dalam iman, bukan sekadar menjalani rutinitas ibadah,” ujarnya.
Dalam kesaksiannya, Musina juga menegaskan bahwa kehidupan sebagai janda bukanlah hal yang mudah. Namun, menurutnya, iman kepada Tuhan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Para penerima manfaat mengaku merasakan dampak langsung dari program tersebut. Mereka menilai kepedulian yang dilakukan Betaubun berbeda karena dijalankan secara konsisten dan bukan sekadar janji politik.

“Kami benar-benar merasakan manfaatnya. Bantuan ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bukan hanya saat kampanye, tetapi terus dilakukan sampai sekarang,” ujar salah satu warga.
Musina turut menilai bahwa aksi sosial tersebut mencerminkan ketulusan, karena dilakukan tanpa publikasi berlebihan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Di tengah peringatan Hari Kartini yang identik dengan perjuangan perempuan, kegiatan ini dinilai menjadi simbol nyata kepedulian terhadap perempuan rentan khususnya para janda serta anak-anak yatim di Papua.
Sementara itu, Joni Y. Betaubun menjelaskan bahwa program berbagi ini telah berjalan sejak Januari 2026 dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Program ini kami jalankan sejak Januari 2026. Setiap bulan kami mengundang janda-janda dan anak yatim untuk makan bersama, lalu berbagi berkat berupa beras dan sedikit bantuan uang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari keyakinan bahwa setiap berkat yang diterima tidak seharusnya dinikmati sendiri, melainkan dibagikan kepada sesama yang membutuhkan.
“Ini adalah bentuk janji iman kami. Apa yang Tuhan berikan, kami ingin salurkan kembali kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” kata Betaubun.
Bagi Betaubun, kegiatan ini tidak sekadar program sosial, tetapi juga merupakan panggilan iman dan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
(har)















