Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, bersama rombongan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI melakukan kunjungan ke Kantor Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua di Jayapura, Jumat (9/5/2026) sore.
Kedatangan Kaesang dan rombongan disambut secara adat dengan tarian penjemputan khas Sentani di halaman kantor sinode. Rombongan kemudian diarak menuju lobi utama sebelum disambut langsung oleh jajaran pimpinan sinode GKI di Tanah Papua.
Dalam prosesi penyambutan tersebut, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Andrikus Mofu, bersama para pimpinan lainnya mengalungkan noken kepada Kaesang dan rombongan sebagai simbol penghormatan dan penerimaan.
Pimpinan Sinode yang turut hadir antara lain Wakil Ketua I Pdt Hiskia Rollo, Wakil Ketua II Pdt G.M. Wutoy, Wakil Ketua III, Pnt Naomi Netty Sagrim, Wakil Sekretaris Pdt Handry W.D. Kakiay, serta Bendahara Thresya Numberi.
Turut mendampingi Kaesang dalam kunjungan ini di antaranya Bendahara Umum DPP PSI Fenty Noverita Indrawaty, Wakil Sekretaris Jenderal DPP I Putu Yoga Saputra, Ketua Bidang Saksi DPP Benidiktus Papa, Ketua OK DPP Agus Mulyono Herlambang, serta Ketua DPW PSI Papua Joan Henri Simeon Rouw.
Usai prosesi penyambutan, rombongan sempat beristirahat di lobi kantor sinode dan melakukan sesi foto bersama sebelum melanjutkan pertemuan tertutup di lantai enam. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Setelah pertemuan selesai, rombongan kembali ke lantai dua untuk mengikuti jamuan makan bersama. Keakraban terlihat selama kegiatan berlangsung, Kaesang tampil santai mengenakan kaos hitam khas PSI.
Dalam keterangannya, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Andrikus Mofu, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Kaesang sebagai bentuk perhatian terhadap gereja dan kondisi di Tanah Papua.
“Kami bersyukur hari ini menerima kunjungan seorang anak bangsa, Mas Kaesang Pangarep, bersama jajaran DPP dan DPW PSI. Ini menjadi tanda bahwa keberadaan gereja di Tanah Papua juga diperhatikan,” ujar Mofu.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut pihak sinode telah menyampaikan berbagai persoalan dan pergumulan yang dihadapi gereja, termasuk kondisi sosial di Papua secara umum.
“Kami sudah menyampaikan sejumlah hal yang menjadi pergumulan gereja, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi di Tanah Papua. Harapan kami, hal-hal ini bisa diteruskan kepada pihak-pihak terkait,” katanya.
Mofu juga berharap agar aspirasi yang disampaikan dapat menjangkau pemerintah pusat melalui PSI. Ia menyebut figur Kaesang memiliki posisi strategis untuk menyampaikan berbagai isu tersebut, mengingat latar belakang keluarganya sebagai putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan hubungan dengan Wakil Presiden saat ini, serta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, selama ini suara gereja, baik dari GKI maupun denominasi lain termasuk keuskupan, belum mendapat respons maksimal dari pemerintah, meskipun telah disampaikan dalam berbagai forum.
“Kami berharap melalui kunjungan Mas Kaesang, suara gereja ini bisa didengar dan diperhatikan secara lebih serius oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mofu menegaskan bahwa GKI di Tanah Papua terbuka bagi siapa saja yang datang, tanpa memandang latar belakang politik.
“Siapapun yang datang ke kantor sinode ini kami terima dengan tangan terbuka. Ini bukan soal politik, tetapi bagian dari pelayanan gereja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya kantor sinode GKI pernah dikunjungi oleh Joko Widodo sebelum menjabat sebagai presiden, dan didoakan oleh pimpinan gereja saat itu.
“Kami percaya dari tempat ini, doa-doa akan terus menyertai para pemimpin bangsa yang datang berkunjung,” katanya.
Menutup pernyataanya, Mofu menyampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan Kaesang, PSI dapat berkembang dan memberi perhatian lebih terhadap berbagai persoalan di Tanah Papua.
“Kami melihat Mas Kaesang sebagai sosok muda dengan perspektif yang baik dan semangat yang kuat. Kiranya ke depan PSI dapat menjadi partai yang memberi perhatian terhadap persoalan-persoalan di Papua,” ujarnya.
(Har)














