PSI Papua Bidik Kursi DPR RI, Usul Penambahan Jatah Wakil di Senayan

Ketua DPW PSI Papua, Joan Henri Simeon Rouw (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com  – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Papua, Joan Henri Simeon Rouw, mengusulkan penambahan alokasi kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk daerah pemilihan (dapil) Papua. Usulan tersebut dinilai penting guna memperkuat keterwakilan masyarakat Papua di tingkat nasional.

“Kami memohon kepada pemerintah pusat untuk menambahkan satu kursi DPR RI bagi Papua. Wilayah kami luas dengan tantangan ketertinggalan yang masih ada, sehingga membutuhkan keterwakilan yang lebih besar,” ujar Rouw kepada wartawan, usai pelantikan pengurus DPW dan DPD PSI se-Papua oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Rabu (6/5/2026), sekaligus rangkaian rapat koordinasi wilayah partai.

Rouw mengungkapkan, saat ini PSI telah berhasil meraih keterwakilan di DPR Papua dengan satu kursi yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi modal awal untuk memperluas kekuatan politik partai ke depan.

“Dengan capaian ini, kami optimistis pada Pemilu 2029 PSI bisa memperoleh hasil yang lebih besar, termasuk meraih satu kursi di DPR RI dari dapil Papua,” katanya.

Selain fokus pada penguatan representasi politik, PSI Papua juga menyiapkan strategi khusus untuk menarik partisipasi generasi muda. Salah satu langkah yang dirancang adalah menghadirkan ruang diskusi informal berbasis komunitas.

Rouw menyebut, DPW PSI Papua berencana membangun sebuah kafe sebagai pusat interaksi anak muda. Tempat tersebut akan menjadi ruang terbuka untuk berdiskusi berbagai isu, termasuk politik, secara santai dan inklusif.

“Kami ingin mengajak anak-anak muda duduk bersama, ngobrol dari hati ke hati. Politik tidak harus kaku. Dengan pendekatan ini, kami harap mereka bisa lebih memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut juga menjadi upaya untuk mengalihkan perhatian generasi muda dari ketergantungan pada gawai menuju aktivitas diskusi yang lebih produktif.

Di sisi lain, Rouw mengungkapkan adanya fenomena perpindahan kader dari sejumlah partai politik ke PSI di Papua. Salah satunya terjadi di Kabupaten Sarmi, di mana sejumlah kader disebut bergabung karena tertarik dengan semangat dan sistem politik yang diusung PSI.

Menurutnya, slogan “PSI tanpa mahar” yang digaungkan partai benar-benar diterapkan dalam praktik, sehingga menarik minat banyak kader dari berbagai latar belakang politik.

“Ada yang datang dari Partai NasDem dan juga dari partai lain. Mereka melihat langsung bahwa di PSI tidak ada mahar politik, sehingga tidak memberatkan kader,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI telah menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk bersikap terbuka dan adil dalam proses kaderisasi. Tidak ada lagi perlakuan khusus atau “anak emas” dalam tubuh partai.

“Kami ingin semua kader punya kesempatan yang sama. Itu sudah menjadi komitmen bersama untuk membangun partai yang sehat dan transparan,” tegas Rouw.

Terkait rencana kunjungan Joko Widodo ke Papua, Rouw menyatakan kesiapan PSI Papua untuk menyambutnya. Ia menilai kehadiran Jokowi akan membawa dampak positif, baik bagi pembangunan daerah maupun bagi penguatan dukungan politik.

Rouw juga menyoroti sejumlah pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi yang dinilai signifikan, seperti kawasan perbatasan di Kota Jayapura serta Jembatan Merah Youtefa yang menjadi ikon konektivitas wilayah.

“Kalau Pak Jokowi kembali ke Papua, tentu ini menjadi hal positif. Kita sudah merasakan langsung pembangunan yang begitu besar selama kepemimpinan beliau,” katanya.

Dengan berbagai strategi tersebut, PSI Papua menargetkan peningkatan signifikan dalam perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu mendatang, sekaligus memperkuat posisi sebagai partai yang dekat dengan generasi muda dan masyarakat akar rumput.

(Har)