Jayapura, Teraspapua.com – Koordinator Daerah Papua dan Papua Pegunungan Gereja Bethany, Pdt. Obaja Ondi, menilai kegiatan Leader Empowering Fellowship bagi para gembala dan pejabat gereja se-Tanah Papua sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan para hamba Tuhan di lingkungan pelayanan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembekalan penting bagi para pelayan gereja yang berasal dari berbagai koordinator daerah, termasuk Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan dalam lingkup Gereja Bethany Indonesia.
“Secara umum kegiatan ini sangat baik, karena menjadi pembekalan bagi hamba-hamba Tuhan dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan di gereja masing-masing,” ujar Pdt. Obaja Ondi usai kegiatan, Rabu (25/3/2026).
Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang awalnya terdaftar sebanyak 103 orang mengalami peningkatan menjadi 111 orang setelah kegiatan berlangsung. Hal ini, menurutnya, menunjukkan tingginya antusiasme para gembala dan pelayan gereja untuk mengikuti pembinaan tersebut.
Obaja juga menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai berjalan dengan baik, khususnya pada hari pertama. Ia berharap rangkaian kegiatan di hari kedua dapat berlangsung lebih maksimal, terlebih dengan agenda penutupan berupa Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan prosesi pengurapan.
“Kami bersyukur kegiatan ini sangat bermanfaat. Hari pertama sudah berjalan dengan baik, dan kami berharap di hari kedua akan lebih maksimal, ditutup dengan KKR dan pengurapan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa materi yang disampaikan dalam Leader Empowering Fellowship berfokus pada kepemimpinan para gembala dalam menjalankan pelayanan di gereja lokal. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman praktis dalam mengembangkan pelayanan serta membangun jemaat sesuai dengan arahan sinode.
Obaja pun berpesan agar seluruh peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelayanan sehari-hari.
“Kami berharap materi yang diterima hari ini dapat diterapkan oleh para gembala di gereja masing-masing, sehingga pelayanan dapat berjalan sesuai dengan arahan dari sinode,” ujarnya.
Ia juga menilai materi yang disampaikan oleh para pemateri dari sinode sangat relevan dan menyentuh kebutuhan para hamba Tuhan. Hal tersebut terlihat dari respons peserta yang merasa diberkati dan memperoleh penguatan dalam pelayanan mereka.
“Saya percaya semua hamba Tuhan yang hadir menerima dan diberkati melalui materi yang disampaikan hari ini,” tambahnya.
Kegiatan Leader Empowering Fellowship ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan rohani, sekaligus memperkuat pelayanan gereja di seluruh wilayah Tanah Papua,” pungkasnya
(Veb)














