Joni Betaubun Rayakan Kebahagiaan Kedua Anaknya dengan Berbagi untuk Janda dan Anak Yatim Piatu

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, kembali menggelar program  bulanan bersama keluarga dengan memberikan bantuan serta makan bersama bagi janda dan anak yatim piatu.

Kegiatan tersebut berlangsung di kediamannya di Perumahan Puri Kencana, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Minggu (28/6/2026), dan dihadiri warga jemaat, tokoh gereja, serta masyarakat sekitar.

Program ini menjadi bagian dari komitmen keluarga Betaubun untuk terus berbagi kasih kepada sesama, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, para janda dan anak yatim piatu tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga diajak untuk berdoa dan menikmati kebersamaan dalam suasana kekeluargaan.

Momentum kegiatan kali ini juga dirangkaikan dengan syukuran ulang tahun ke-17 putri Joni Betaubun, Ain Christine Hillary Condoleezza Betaubun, serta perayaan kenaikan kelas anak-anaknya. Ain diketahui naik ke kelas III di SMA Stella Duce Yogyakarta, sementara Tien Dorenci Riqueen Milrina Betaubun naik ke kelas VI SD Negeri Kotaraja.

Dalam renungan singkatnya, Pdt. A.D. Takaitow menegaskan bahwa seluruh sukacita yang dirasakan dalam momen tersebut merupakan bagian dari kebaikan Tuhan.

“Apa yang terjadi hari ini adalah karena kebaikan Tuhan. Kita patut bersyukur atas setiap proses, termasuk pendidikan anak-anak yang terus bertumbuh hingga saat ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan pengetahuan dan kecerdasan tidak terlepas dari penyertaan Tuhan, sehingga setiap capaian layak untuk disyukuri bersama.

Sementara itu, Joni Y. Betaubun menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan keluarga, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang terus dijaga secara konsisten setiap bulan.

Ia menegaskan bahwa acara tersebut sengaja dibuat sederhana dan lebih mengutamakan kebersamaan dengan masyarakat dibandingkan menghadirkan tamu-tamu pejabat.

“Kegiatan ini memang untuk kita bersama, khususnya masyarakat, janda dan anak yatim piatu. Saya lebih memilih berada di tengah-tengah masyarakat karena itu yang lebih penting,” kata Joni.

Menurutnya, kebahagiaan sejati terletak pada kebersamaan dan rasa empati terhadap sesama. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini keluarganya berkomitmen untuk secara rutin memberikan bantuan berupa beras, uang sayur, serta kebutuhan lainnya kepada para penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut, para janda dan anak yatim piatu menerima bantuan berupa beras, telur, serta uang untuk kebutuhan sehari-hari. Joni menyebut bahwa meskipun bantuan yang diberikan tidak besar, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban mereka.

Ia menambahkan bahwa program ini telah berjalan selama beberapa bulan terakhir dan akan terus dilanjutkan sebagai bentuk pelayanan sosial keluarga.

“Kami percaya bahwa hal-hal besar harus dimulai dari langkah kecil. Program ini akan terus berjalan sebagai bentuk kepedulian kami,” ujarnya.

Dalam suasana penuh kehangatan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan makan bersama. Joni juga menekankan pentingnya menciptakan suasana kebersamaan tanpa membedakan latar belakang.

Di sisi lain, Ain Christine Hillary Condoleezza Betaubun turut berbagi pengalamannya selama menempuh pendidikan di Yogyakarta. Ia mengaku sempat mengalami masa adaptasi, terutama karena tinggal di asrama dan perbedaan waktu dengan keluarga di Jayapura.

“Awalnya terasa rindu rumah karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Apalagi komunikasi dengan orang tua terbatas karena perbedaan waktu,” ungkapnya.

Namun, seiring waktu, Ain mengaku mulai terbiasa dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah maupun teman-temannya.

“Sekarang sudah hampir tiga tahun di Jogja, dan semuanya berjalan dengan baik. Teman-teman juga sangat mendukung,” katanya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan suasana kebersamaan dan sukacita, mencerminkan semangat berbagi serta kepedulian sosial yang terus dijaga oleh keluarga Betaubun di tengah masyarakat.

(rck)