Pdt. Dominggus Titihalawa: Leader Empowering Fellowship Jadi Momentum Pemersatu Gereja Bethany di Tanah Papua

Ketua Koordinator Daerah (Korda) Gereja Bethany Indonesia Papua Selatan, Pdt. Nus Titihalawa saat memberikan keterangan pers (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Koordinator Daerah (Korda) Papua Selatan, Pdt. Dominggus  Titihalawa, menilai kegiatan Leader Empowering Fellowship bagi para gembala dan pejabat gereja se-Tanah Papua sebagai momentum penting yang telah lama dinantikan oleh komunitas Gereja Bethany di wilayah tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai historis karena untuk pertama kalinya Ketua Sinode Gereja Bethany Indonesia bersama Dewan Rasuli hadir dan menginjakkan kaki di Tanah Papua.

“Ini merupakan momen yang sangat dinantikan. Kehadiran pimpinan sinode dan Dewan Rasuli di Papua menjadi suatu kebanggaan sekaligus penguatan bagi kami di daerah,” ujar Nus Titihalawa disela-sela kegiatan, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi titik awal dari proses pembinaan dan penguatan pelayanan gereja secara berkelanjutan di Tanah Papua.

Meski demikian, Pdt. Dominggus mengakui masih ada sejumlah wilayah yang belum dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, seperti Papua Barat dan Papua Barat Daya. Ia berharap ke depan seluruh wilayah dapat terlibat aktif dalam kegiatan serupa.

“Kami berharap momentum ini bukan yang terakhir, tetapi menjadi awal. Ke depan, semua wilayah, termasuk yang belum sempat hadir, bisa ikut mengambil bagian,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun kesatuan di antara gereja-gereja Bethany di Tanah Papua. Menurutnya, persatuan yang solid akan menjadi kekuatan utama dalam menjangkau lebih banyak jiwa dan memperluas pelayanan.

“Kami ingin kesatuan Gereja Bethany di Tanah Papua ini benar-benar menjadi satu tubuh yang solid untuk menjangkau jiwa-jiwa dan melayani bersama,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pihaknya berencana mendorong sinergi antar-koordinator daerah (Korda) di berbagai wilayah, termasuk Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, agar dapat terintegrasi dalam satu kesatuan pelayanan.

Ia juga berharap melalui kegiatan seperti Leader Empowering Fellowship, para pejabat gereja dan gembala di seluruh Tanah Papua dapat saling mengenal, mempererat hubungan, serta membangun kerja sama yang lebih kuat.

“Harapan kami, para gembala dan pejabat gereja bisa saling mengenal, saling mendukung, dan saling menolong dalam pelayanan, sehingga gereja-gereja Bethany di Tanah Papua semakin kuat dan bertumbuh,” tutupnya.

Kegiatan ini dinilai menjadi langkah awal dalam membangun jejaring pelayanan yang lebih terstruktur dan solid, sekaligus memperkuat peran gereja dalam menjawab tantangan pelayanan di berbagai wilayah di Tanah Papua.

(Veb)