BTM-CK Berhasil Menggoyang Fondasi Suara Mari-Yo yang sebelumnya solid di Mandala

Jayapura, Teraspapua.com – Basis suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua nomor urut 2, Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (Mari-Yo), di Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, mulai bergeser.

Ratusan warga yang sebelumnya menjadi pendukung fanatik kini menyatakan beralih dukungan kepada pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025.

Momen peralihan dukungan ini terjadi dalam sebuah pertemuan tatap muka yang berlangsung penuh antusias di RT 02 RW 01, Kelurahan Mandala, Jumat (11/7/2025) yang diketahui memiliki lebih dari 500 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan hadir bersama keluarga mereka, termasuk nelayan dari kawasan Dok IX Jayapura.

“Kami siap mengembalikan suara kepada BTM-CK,” ujar salah satu tokoh pemuda dalam acara itu, disambut sorakan dukungan warga.

Kehadiran BTM dan CK dalam forum tersebut disambut hangat. Warga mendengarkan dengan tenang dan penuh perhatian setiap pemaparan visi, misi, serta program kerja yang disampaikan pasangan tersebut.

Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa pasangan BTM-CK berhasil menggoyang fondasi suara Mari-Yo yang sebelumnya solid di Mandala.

Ketua Kerukunan Keluarga Luwu, H. Syamsuddin, yang turut hadir, menyampaikan bahwa masyarakat Mandala sudah saatnya menentukan arah perubahan.

“BTM sudah menjalankan tugasnya dengan baik di Kota Jayapura. Sekarang tinggal bagaimana kita naikkan level itu ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Syamsuddin menekankan bahwa semua program yang disampaikan oleh BTM bukanlah teori, melainkan berdasarkan pengalaman nyata yang telah dijalankan selama dua periode kepemimpinan BTM sebagai Wali Kota Jayapura.

“Kalau bukan kita yang bersatu, siapa lagi? Kita kembalikan suara rakyat untuk kemenangan rakyat,” tegasnya.

Ia mengajak warga untuk tidak menunda lagi, melainkan mulai dari sekarang menyebarkan semangat perubahan.

“Suarakan kebaikan mulai dari rumah kita. Ajak anak-anak yang sudah 17 tahun ke atas untuk memberikan hak suaranya pada 6 Agustus 2025,” tambahnya.

Syamsuddin juga mengingatkan bahwa perubahan di Mandala telah nyata sejak BTM menjadi walikota. Jalan yang dulunya papan kini sudah dicor beton.

Masalah air bersih yang dulu sulit kini sudah teratasi. Bahkan, umat Muslim mendapatkan perhatian penuh dari BTM, termasuk pemberangkatan umroh gratis bagi imam dan takmir masjid.

“Waktu Safari Ramadan pertama, jalan ini masih papan. Tapi BTM buktikan kepeduliannya. Sekarang kita nikmati infrastruktur yang baik. Bahkan kami diberi lahan pemakaman 10 hektare di Buper Waena,” ungkapnya.

Tokoh perempuan Mandala, Haja Hasrita, menyatakan bahwa BTM adalah sosok pemimpin yang memahami kebutuhan rakyat tanpa harus diminta.

“Kami tidak perlu minta ini-itu. Beliau sudah tahu apa yang dibutuhkan warga. Kami dari nelayan dibantu coolbox, GPS, dan kemudahan izin,” jelasnya.

Ia juga mengajak para ibu dan generasi muda untuk aktif menggunakan hak pilihnya demi kemenangan BTM-CK.

“Ini pemimpin yang kami banggakan. Ayo kita dukung bersama BTM-CK,” serunya.

Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai wilayah, termasuk basis lawan seperti Kelurahan Mandala, pasangan BTM-CK tampaknya kian menguat menjelang PSU Pilgub Papua 2025.

Dalam orasinya, Constant Karma memulai dengan cerita perjalanan hidupnya, dari masa sekolah hingga menjabat sebagai pejabat tinggi di Papua. Ia mengenang masa remajanya yang pernah sekolah di SMA Gabungan Jayapura dan sering beraktivitas di sekitar Kompleks Mandala.

“Saya lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Pernah bekerja di Direktorat Peternakan, lalu kembali ke Papua dan bertugas sebagai dokter hewan keliling, dari kampung ke kampung,” kata Constant Karma.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten Jayapura dan kemudian di Provinsi Irian Jaya (sekarang Papua). Salah satu pencapaian besarnya adalah ketika Presiden Soeharto memberikan bantuan sapi sebanyak 4.000 ekor ke Papua, yang ia kelola dengan baik.

“Dari Koya Timur hingga Arso, saya kelola ribuan sapi bantuan presiden. Itu bukan omong kosong, tapi fakta,” tegasnya.

Karirnya berlanjut hingga menjadi Wakil Gubernur Papua, dan bahkan sempat menjabat sebagai Penjabat Gubernur.

“Kalau kita ingin perubahan, maka perubahan itu harus dimulai dari atas. Harus dimulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur yang punya visi untuk membangun Papua ke arah lebih baik,” tegasnya lagi.

Ia juga menjanjikan pengadaan dua unit alat pemadam kebakaran di setiap RT di Mandala, sebagai langkah antisipasi musibah di kawasan padat penduduk tersebut.

(Har/Rck)