Universitas Yapis Papua Wisuda 294 Lulusan dari 17 Program Studi

Salah satu wisudawan saat menerima ijazah (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Universitas Yapis Papua (Uniyap) kembali mencatatkan capaian akademik dengan mewisuda sebanyak 294 lulusan dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda Program Pascasarjana ke-18 dan Program Sarjana ke-23.

Prosesi wisuda berlangsung di Suny Hotel Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (24/9/2026). Ratusan lulusan dari berbagai jenjang dan program studi mengikuti prosesi tersebut setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan di Universitas Yapis Papua.

Dari total 294 wisudawan, sebanyak 30 orang merupakan lulusan Program Pascasarjana dan 264 orang lainnya berasal dari Program Sarjana.

Rektor Universitas Yapis Papua, Dr. Ir. Didik S. S. Mabui, S.T., M.T., IPM, mengatakan wisuda tersebut bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan profesional dan pengabdian di tengah masyarakat.

Dalam laporan akademiknya, Didik merinci 30 lulusan Program Pascasarjana terdiri atas 11 lulusan Magister Manajemen, tujuh Magister Hukum, sembilan Magister Rekayasa Sipil, dua Magister Akuntansi, serta satu Magister Kebijakan Publik.

Rinciannya, Sarjana Manajemen sebanyak 55 orang, Sarjana Akuntansi 22 orang, Sarjana Hukum 35 orang, Sarjana Ilmu Pemerintahan 12 orang, Sarjana Administrasi Publik 10 orang, Sarjana Teknik Sipil 24 orang, Sarjana Budidaya Perairan tiga orang, Sarjana Arsitektur tiga orang, Sarjana Sistem Informasi 54 orang, Sarjana Informatika 12 orang, Sarjana Pendidikan Islam 15 orang, serta Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebanyak 19 orang.

Didik mengatakan capaian para wisudawan merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan ketekunan, kerja keras, pengorbanan, serta dukungan berbagai pihak.

Menurut dia, toga yang dikenakan para wisudawan tidak semata-mata menjadi simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi. Di baliknya terdapat perjuangan mahasiswa, dukungan orang tua dan keluarga, doa orang-orang terdekat, serta bimbingan para dosen.

“Setiap toga yang dikenakan hari ini adalah simbol dari ketekunan belajar serta doa orang tua, sahabat, dan tentunya bimbingan para dosen,” ujar Didik dalam sambutannya.

Atas nama keluarga besar Universitas Yapis Papua, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang magister maupun sarjana.

Namun, Didik mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah tujuan akhir dari proses pendidikan.

Menurutnya, bekal utama yang harus dibawa para lulusan ketika meninggalkan kampus adalah kemampuan beradaptasi, ketangguhan mental, serta penguasaan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Bekal terbaik yang kami titipkan di pundak Saudara bukanlah sekadar selembar ijazah atau gelar akademik, melainkan ketangguhan mental dan keilmuan yang adaptif,” katanya.

Ia meminta para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi, menurut dia, menuntut setiap lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

“Dunia di luar sana menanti karya nyata Saudara. Jadilah insan pembelajar yang tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat sekitar,” katanya.

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dalam sambutannya mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Fakhiri.

Karena itu, Fakhiri menilai kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter dan integritas.

Ia berharap para lulusan Universitas Yapis Papua mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fakhiri juga berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater setelah memasuki dunia kerja maupun ruang pengabdian.

Ia mengatakan ukuran keberhasilan seorang alumni tidak berhenti pada gelar akademik yang disandang. Lebih dari itu, alumni dinilai dari karakter, integritas, kompetensi, serta karya nyata yang diberikan kepada masyarakat.

“Saya juga berpesan, jagalah nama baik almamater. Jadilah alumni yang membanggakan bukan hanya karena gelar yang disandang, tetapi karena karakter, integritas, kompetensi, dan karya nyata yang Saudara berikan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Provinsi Papua,” ujarnya.

Fakhiri juga mengingatkan bahwa keberhasilan 294 wisudawan tidak dapat dilepaskan dari dukungan keluarga dan lingkungan akademik.

Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara mahasiswa, orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh pihak yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan para lulusan.

“Keberhasilan Saudara pada hari ini juga merupakan keberhasilan orang tua, keluarga, para dosen, dan seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan pendidikan Saudara,” katanya.

294 wisudawan Uniyap Papua (foto Harley/Teraspapua.com)

Ia meminta para wisudawan menjadikan rasa syukur atas pencapaian akademik tersebut sebagai energi untuk melanjutkan pengabdian dan memberikan kontribusi bagi sesama.

Fakhiri menilai Papua membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, etos kerja, sekaligus mampu menjaga persatuan dan harmoni di tengah masyarakat.

Karena itu, para lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan gagasan, inovasi, dan karya yang menjawab persoalan di lingkungan sekitarnya.

“Saya sangat percaya, dengan sumber daya manusia yang cerdas, semangat kerja yang kuat, serta persatuan dan harmoni yang terus kita jaga, kita dapat mempercepat terwujudnya Papua yang semakin maju dan Papua yang sejahtera,” ujarnya.

Wisuda Universitas Yapis Papua kali ini pun menjadi momentum transisi bagi 294 lulusan. Setelah bertahun-tahun menjalani proses akademik, mereka kini dihadapkan pada tantangan baru untuk menerjemahkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah menjadi karya nyata.

Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, para lulusan diharapkan dapat mengambil peran di berbagai sektor, baik pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, maupun bidang profesional lainnya.

Bagi Universitas Yapis Papua, prosesi tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan masyarakat Papua.

(Har)