Dari Sisi Kompetisi, Bisnis otomotif di Makassar Umumnya Sangat Kompetitif

Kepala Cabang Astra Daihatsu Makassar Maros, Lesly Allen Siahaya

Makassar, Teraspapua.com – Setelah ditugaskan di cabang Astra Daihatsu Makassar Maros Sulawesi Selatan, sebagai kepala cabang, Lesly Allen Siahaya kini berjibaku dengan tantangan baru.

Sebelumnya Lesly Allen Siahaya ditugaskan untuk merintis cabang Jayapura, Papua, pada 5 tahun lalu, laki- laki asal Kota Ambon manise ini sangat terbuka dengan siapa saja. Terutama dengan karyawan, yang tentu ingin membangun ekosisitim baru untuk menjaga kestabilan dalam dunia otomotif di Kabupaten berjuluk Butta Salewangang ini.

Saat di temui Teraspapua di Kota Makassar belum lama ini, Lesly Allen Siahaya menjelaskan persaingan yang begitu ketat antara Kabupaten Maros dan Jayapura. Terutama terkait banyaknya merek mobil di Makassar.

“Jadi, kalau dari sisi kompetisi, karena daerah yang berbeda secara geografis luas Papua lebih besar. Sebenarnya bisnis otomotif di Makassar Sulawesi Selatan pada umumnya sangat kompetitif,” terang Lesly.

Karena menurut Lesly, begitu banyak merek mobil, sehinggah memacuh persaingannya sangat ketat, jika dibandingkan dengan Papua. Bahkan secara brand otomotif belum terlalu banyak, cuman plus minuslah.

Artinya, disatu sisi kompetitor antar brand lebih tinggi kompetisinya di Makassar, bila dibandingkan dengan di Papua.

“Sedangkan dari sisi coverage area, di Papua memang sangat luas dan itu pun dipengaruhi oleh faktor infrastruktur yang sangat berpengaruh secara eksternal buat bisnis otomotif,”

“Kalau di Papua, daerah-daerah yang secara infrastruktur itu mungkin infrastrukrut jalan yang sudah terhubung satu dengan yang lain, maka kita bisa cover sampai di wilayah yang jauh,” kata Lesly.

Tapi menurut dia, kalau di Sulawesi Selatan kita sampai di pinggiran. Tir satu, dua, tiga itu pun malah bisa kita jangkau sejauh apapun.

“Jadi, kalau bicara otomotif sebenarnya opportunity di Makassar atau di Sulawesi Selatan sebenarnya jauh lebih besar jika dibanding dengan di Papua,” jelasnya.

Karena lanjut Lesly, penunjang infrastruktur itu sendiri. Tapi itulah tantangan tersendiri dalam dunia otomotif, kalau di Papua merupakan bagian dari salah satu provinsi yang sementara berkembang pesat.

Jadi sebenarnya opportunity pun juga ke depannya saya yakin dan optimis akan tumbuh sangat besar dari sisi bisnis otomotif, dibanding dengan Sulawesi Selatan yang terus berkembang pesat dari tahun ke tahun, market otomotif makin tumbuh terus.

Walau baru 3 bulan di Kota Daeng ini, Lesly mengakui Makassar bukan tempat baru baginya, karena secara pribadi saya memulai karir saya atau memulai perjalanan saya di dunia otomotif berawal dari Kota Makassar.

“Mulai dari sales lapangan sampai pada tahun 2017 saya dipromosikan, dan langsung merintis cabang baru di Kota Jayapura, Papua,” tandasnya.

Jadi lanjut Lesly, sebenarnya secara adaptasi dengan lingkungan atau kondisi eksternal di Makassar itu bukan hal baru lagi buat saya.

“Tapi paling tidak lebih beradaptasi dengan tim internal, karena saya ditempatkan di salah satu cabang baru juga yang dibuka di pinggiran kota antara Makassar dan Maros,” tuturnya.

Adaptasi dengan tim internal, dan bagaimana caranya mengembangkan cabang yang baru ini bisa lebih baik lagi,” tambah dia.

Lesly menambahkan, dengan modal merintis cabang baru di Kota Jayapura, cabang Maros saat ini pun bisa saya kembangkan dengan experience yang udah saya punya.

Tinggal bagaimana membangun tim work yang baik di internal cabang, kemudian kemampuan untuk beradaptasi saat ini lebih dan perkuat ke dunia digital marketing, sama adaptasi internal.

“Jadi, kurang lebih kalau saya 3 bulan di cabang Maros sangat menantang, karena pas juga mungkin di 2 bulan terakhir itu adalah menjelang air tahun.

Jadi tantanga permintaan pasar juga cukup tinggi dan puji Tuhan memang di dua bulan terakhir itu kita bisa mencapai dan secara sales bisa lebih baik dengan pertumbuhan secara sales, volume bisa tercapai dan juga secara finansial,” tutup Lesly.