Sarmi, Teraspapua.com – Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM) dan Constant Karma (CK), terus mengalir. Kali ini, giliran masyarakat adat Kabupaten Sarmi yang secara resmi menyatakan dukungan politik kepada pasangan BTM-CK dalam rangka menyongsong Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025 mendatang.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Alber Salmon Niniwen, perwakilan relawan masyarakat adat Sarmi, dalam sebuah acara pertemuan terbatas BTM dengan masyarakat Sarmi yang dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan dari lima suku besar di wilayah adat Tabi, yaitu Sobey, Armati,
Rumbuai, Manirem, dan Isirawa.
“Kami, masyarakat adat Kabupaten Sarmi, dari subuh hingga ombak pecah, dengan tulus mendukung penuh pasangan calon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma. Dukungan ini datang dari hati nurani kami sebagai masyarakat adat yang ingin perubahan nyata di tanah ini,” ujar Alber dalam orasinya.
Ia menegaskan bahwa dukungan ini berasal dari 10 kelompok relawan independen di luar partai politik yang telah berkomitmen untuk memenangkan BTM-CK di Kabupaten Sarmi.
Dalam kesempatan tersebut, Alber juga menyampaikan sejumlah aspirasi politik masyarakat adat sebagai bentuk komitmen timbal balik antara calon pemimpin dan rakyatnya. Beberapa poin penting yang diajukan antara lain:
1. Pemekaran wilayah administratif dengan mendorong pembentukan dua daerah otonomi baru, yaitu Kabupaten Sarmi Timur dan Kabupaten Sarmi Barat.
2. Pengangkatan lima anak asli Sarmi dari lima suku besar sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
3. Pembangunan asrama mahasiswa Sarmi di Jayapura dan daerah lainnya serta peningkatan akses beasiswa, baik di dalam negeri, luar Papua, maupun luar negeri.
4. Pemindahan industri semen kayu dari Biak ke Sarmi, serta peningkatan nilai pembayaran premi kayu kepada masyarakat adat sebagai pemilik lahan.
5. Pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, perumahan, listrik, air bersih, telekomunikasi, sarana pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah.
6. Perhatian khusus pada pembangunan akses jalan menuju Apawer dan Tor Atas, yang selama ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Dukungan juga datang dari berbagai tokoh berpengaruh di Sarmi. Tomas Worone, mantan Kepala Distrik yang telah menjabat selama tujuh tahun, menyatakan secara tegas dukungannya kepada BTM-CK dan menyebut pasangan ini sebagai harapan baru bagi masyarakat Papua.
Petrus Werase, seorang tokoh agama di Sarmi, turut memberikan harapannya kepada pasangan BTM-CK untuk memberikan perhatian yang serius terhadap dominasi gereja dan pelayanan keagamaan di Kabupaten Sarmi.
“Kami ingin calon gubernur dan wakil gubernur ini kelak dapat memperkuat peran gereja sebagai mitra pembangunan di tanah ini,” ucap Petrus.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Benhur Tomi Mano mengungkapkan bahwa ia sangat memahami apa yang menjadi keinginan masyarakat Sarmi. Ia mengibaratkan bahwa hanya pemilik rumah yang tahu isi perut rumahnya sendiri — demikian pula dirinya sebagai sosok yang lahir dan besar di Papua, memahami apa yang dibutuhkan rakyatnya.
\“Saya tahu isi hati Bapak Ibu sekalian. Saya tahu apa yang diminta rakyat. Jika Tuhan berkenan saya dan Bapak Constant Karma terpilih, semua aspirasi ini akan menjadi k omitmen kami,” tegas BTM di hadapan warga.
Ia bahkan menargetkan bahwa suara di Kabupaten Sarmi pada PSU mendatang akan menjadi suara bulat bagi pasangan nomor urut 1. “Jangan hanya 100 persen, tapi 1.000 persen!” seru BTM, disambut sorak-sorai dari warga yang hadir.
BTM juga menyinggung kondisi jalan menuju Apawer yang rusak parah, berdasarkan pengalamannya saat mengantar bantuan beberapa waktu lalu.
“Jalan dari Sarmi ke Apawer rusak berat. Kalau saya terpilih, saya akan koordinasi dengan Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Sarmi agar jalan ini bisa menjadi jalan nasional. Kita akan aspal mulus, pasang lampu, agar anak-anak bisa sekolah lebih mudah, dan ekonomi rakyat bisa tumbuh,” ungkapnya.
BTM juga berjanji untuk melanjutkan program pembagian anak babi kepada masyarakat adat, sebuah program berbasis budaya lokal yang sebelumnya telah dijalankan di Sarmi, Apawer, Yapen, dan Asmat.
“Ini bagian dari kearifan lokal dan ekonomi kerakyatan. Anak babi itu bisa membantu ekonomi rumah tangga di kampung-kampung,” katanya.
Dengan dukungan kuat dari masyarakat adat, tokoh agama, dan para relawan, pasangan BTM-CK semakin mantap melangkah menuju PSU 6 Agustus 2025. Suara rakyat Sarmi menjadi salah satu penentu penting dalam peta kekuatan politik di Papua.
(Har/Rck)








