Prosesi Adat di Kampung Tobati Restui Benhur Tomi Mano Maju Sebagai Calon Gubernur Papua

Jayapura, Teraspapua.com – Sebagai bagian dari rangkaian dukungan yang mengalir deras, prosesi adat yang penuh makna digelar di atas para-para adat Kampung Tobati, yang terletak di pesisir Teluk Youtefa.

Pada kesempatan ini, calon gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), yang juga merupakan putra asli Kampung Tobati, menerima restu dari para tetua adat setempat.

Restu ditandai dengan pengalungan noken kepada Benhur Tomi Mano dan istri ibu Krisrhina Luluporo Mano dan pemakaian topi adat Tobati.

Prosesi adat ini digelar sebagai bentuk pengakuan dan doa restu dari Tuhan dan leluhur agar BTM dapat maju pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025 mendatang.

Acara dimulai dengan arak-arakan laut yang meriah, dengan ratusan speed boat dan kapal nelayan yang mengiringi perjalanan BTM melalui Teluk Youtefa.

Konvoi ini dipenuhi dengan masyarakat adat Tobati, Enggros, dan berbagai simpatisan dari berbagai daerah di Papua, yang dengan antusias memberikan dukungan penuh untuk calon gubernur mereka.

Sambil menaiki speed boat yang dirakit khusus, BTM tampak mengangkat tangan ke arah Kampung Tobati, sebuah simbol permohonan doa dan tuntunan Tuhan.

Para simpatisan dan masyarakat yang berada di sepanjang pantai Ciberi, Kampung Enggros, juga menyaksikan momen bersejarah ini dengan penuh sukacita.

Teluk Youtefa yang mempesona, dengan bukit-bukit hijau yang mengapit, menjadi saksi hidup perjalanan seorang anak kampung Tobati yang kembali pulang untuk meminta restu dari nenek moyang dan masyarakat setempat.

Di tengah prosesi adat yang sakral, Ondoafi Besar Tobati Laut, Johan Y. Hamadi, dengan penuh khidmat memberikan restu kepada BTM.

Dalam sambutanya, Johan Y. Hamadi mengungkapkan, “Hari ini saya berkati dan saya restui untuk seorang laki-laki gagah dan perkasa dari tanah Tabi, Kampung Tobati, untuk maju berperang. Doa kami semua menyertaimu, Benhur Tomi Mano. Tuhan Allah menolong dan menyertaimu.”

Sebagai seorang Ondoafi yang dihormati, Johan Y. Hamadi juga meminta kepada seluruh masyarakat Tobati dan Enggros untuk memberikan suara mereka kepada BTM dalam pemilu mendatang.

“Ketika Provinsi Irian Barat berdiri hingga sekarang menjadi Provinsi Papua, sudah banyak saudara-saudara dari daerah lain yang menjadi gubernur. Sekarang, saatnya kita memberikan kesempatan kepada anak adat Tabi Port Numbay untuk memimpin sebagai gubernur Papua. Mari kita semua dukung dan berikan suara kepada pasangan calon nomor urut 1, BTM-CK,” ujarnya penuh semangat.

Pernyataan restu ini bukan hanya ditujukan untuk masyarakat adat Tobati dan Enggros, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang ada di Kota Jayapura, serta wilayah sekitar Danau Sentani, Grimenawa, Sarmi, dan Mamberamo.

Johan Y. Hamadi juga menghimbau agar masyarakat di seluruh Port Numbay mendukung pasangan calon BTM-CK.

“Saya minta kepada kita semua yang mendiami Kota Jayapura, baik masyarakat asli maupun nusantara, untuk mendukung Anak Kampung Tobati, Benhur Tomi Mano, sebagai gubernur provinsi Papua,” tegasnya.

Dengan penuh rasa haru dan syukur, Benhur Tomi Mano menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tobati dan Enggros, serta kepada Ondoafi Besar yang telah memberikan restu.

“Saya sangat berterima kasih kepada para tetua adat, khususnya kepada Bapak Ondoafi Besar yang telah merestui saya dalam prosesi adat ini. Dengan upacara sakral yang telah dilaksanakan, ijinkanlah saya maju berperang untuk meraih kemenangan sebagai gubernur Provinsi Papua,” ujar BTM dengan penuh keyakinan.

BTM menegaskan bahwa dirinya akan terus berjuang untuk rakyat Papua, terutama bagi masyarakat yang telah memberikan dukungan tulus kepadanya.

“Saya berjanji akan kembali ke sini untuk merayakan sukacita bersama masyarakat Tobati dan Enggros. Pada tanggal 6 Agustus nanti, kita semua akan bersama-sama merayakan kemenangan dan menyambut masa depan Papua yang lebih baik,” tambah BTM.

Momen prosesi adat di Kampung Tobati ini menjadi simbol kekuatan dan kesatuan masyarakat dalam mendukung calon pemimpin mereka.

Cuaca yang cerah, dengan mendung yang tampak seolah memberikan perlindungan bagi BTM, menjadi lambang alam yang turut merestui perjalanan politik anak adat Tobati ini.

Masyarakat yang hadir juga semakin yakin bahwa BTM adalah pemimpin yang tepat untuk memimpin Papua, membawa perubahan dan kemajuan bagi seluruh rakyatnya.

Teluk Youtefa, yang begitu indah dan memesona, menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah yang tak terlupakan.

Ini bukan hanya sekedar prosesi adat, melainkan juga awal dari sebuah perjuangan panjang untuk kemajuan Provinsi Papua.

Pada akhirnya, prosesi adat yang penuh kebanggaan ini menegaskan bahwa Benhur Tomi Mano, putra asli Kampung Tobati, bukan hanya menjadi calon gubernur, tetapi juga simbol harapan dan tekad masyarakat Papua untuk melihat perubahan yang lebih baik di tanah kelahirannya.

Dengan restu leluhur dan dukungan dari seluruh masyarakat, BTM melangkah maju dengan keyakinan untuk meraih kemenangan pada 6 Agustus 2025 mendatang.

(har/rck)