Jayapura, Teraspapua.com – Dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano Constant Karma (BTM-CK), semakin menguat menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2025.
Masyarakat Kabupaten Waropen yang bermukim di wilayah adat Tabi menggelar prosesi adat di kediaman BTM, Jalan Jeruk Nipis, Kotaraja, Jayapura, Senin (28/7/2025) malam, sebagai simbol komitmen penuh mereka untuk memenangkan pasangan BTM-CK.
Sejak sore hari, ratusan masyarakat Waropen memulai arak-arakan adat dari depan bekas Kantor Kehutanan Provinsi Papua. Mereka berjalan kaki menuju kediaman BTM dengan diiringi tabuhan tifa dan nyanyian lagu adat khas Waropen.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan itu menggambarkan tekad bulat masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pasangan anak adat Tabi-Saireri tersebut.
Setibanya di depan rumah BTM, prosesi adat diawali dengan ritual ketuk pintu, tradisi sakral sebagai tanda meminta izin memasuki rumah adat Tabi. Setelah itu, piring adat diserahkan sebagai simbol penghormatan, disertai tarian adat bersama yang mengiringi langkah BTM keluar rumah menuju panggung utama.
Prosesi adat ini dipimpin oleh para tetua adat Waropen sebagai bentuk penghormatan dan komitmen dukungan kepada BTM-CK. Beberapa rangkaian prosesi yang dilakukan antara lain:
Ketuk Pintu: Dilakukan oleh Bapak Madus Manai dan Bapak Musa Dainboa.
Penyerahan Piring Adat: Sebagai penghormatan kepada Kepala Suku Mano dan Kepala Suku Karma.
Penyematan Topi Adat: Oleh Paulus Gandeguay kepada BTM sebagai simbol kepemimpinan adat.
Penyerahan Alat Perang (Panah dan Busur): Dilakukan oleh Bapak Nadus Manai, melambangkan kesiapan “berperang” menghadapi PSU Pilkada.
Pengalungan Noken: Oleh Ibu Yuliana Maniagasi Sawaki kepada Ibu Kristhina Luluporo Mano, sebagai penghormatan kepada ibu-ibu adat.
Tokoh adat Waropen, Paulus Gandeguay, menyatakan bahwa dukungan ini adalah wujud terima kasih kepada leluhur Tabi yang telah menerima masyarakat Waropen bermukim selama lebih dari 75 tahun.
“Melalui Pilkada ini, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada leluhur dan tokoh adat Tabi. Karena itu, hari ini kami menyatakan dukungan penuh kepada anak adat Tabi dan Saireri, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma,” ujarnya tegas.
Dalam sambutannya, Benhur Tomi Mano menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas dukungan luar biasa masyarakat Waropen.
“Saya merasa terhormat menerima prosesi adat ini. Ini bukan hanya dukungan politik, tetapi bukti persaudaraan adat yang kokoh antara Tabi dan Saireri. Dukungan dari masyarakat Waropen adalah energi besar bagi saya dan Pak CK untuk memenangkan PSU,” ujar BTM.
Ia menegaskan bahwa dukungan adat tersebut mengandung makna mendalam bagi dirinya. “Prosesi adat ini adalah ikatan yang tidak bisa dipisahkan, ketika masyarakat adat mendukung dengan hati, itu berarti mereka percaya bahwa saya adalah anak negeri yang siap mengabdi,” tambahnya.
BTM juga berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Waropen, termasuk peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan potensi sumber daya alam yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Waropen punya kekayaan laut dan alam yang luar biasa. Ke depan, saya akan buat kebijakan agar kekayaan ini dikelola oleh masyarakat sendiri, sehingga hasilnya kembali untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Prosesi adat ditutup dengan deklarasi dukungan penuh dari masyarakat Waropen di Tanah Tabi. Para tokoh adat menegaskan bahwa suara mereka pada 6 Agustus mendatang akan diberikan sepenuhnya kepada BTM-CK.
“Prosesi adat ini adalah bukti bahwa masyarakat Waropen di Tanah Tabi memberikan dukungan 100 persen untuk BTM-CK. Kami siap mengawal kemenangan ini,” tegas Paulus Gandeguay.
Suasana malam itu kian meriah dengan tarian adat bersama, pekikan yel-yel kemenangan, dan rasa optimisme tinggi bahwa BTM-CK akan membawa perubahan nyata bagi Papua.
(har/nov)














