Jayapura, Teraspapua.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, meminta Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Komite III, Senator Pendeta David Harold Waromi, untuk memperjuangkan penambahan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa asal Papua.
Permintaan tersebut disampaikan Marthen Medlama saat Senator Pdt. David Harold Waromi melakukan kegiatan reses di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua, belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, Marthen menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah pusat terhadap akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Papua.
“Tolong, Bapak Senator, perjuangkan Kartu Indonesia Pintar bagi anak-anak kita di Papua, khususnya mahasiswa, agar mereka bisa mendapatkan tambahan kuota KIP,” ujar Marthen di hadapan Senator Waromi.
Ia menjelaskan bahwa jumlah perguruan tinggi di Papua saat ini terus bertambah dan tersebar di berbagai wilayah, seperti Kabupaten Biak Numfor, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Serui, hingga Kabupaten Waropen. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak sebanding dengan kuota bantuan pendidikan yang tersedia bagi mahasiswa Papua.
“Perguruan tinggi di Papua sudah cukup banyak, tetapi kuota KIP yang tersedia masih sangat terbatas. Akibatnya, masih banyak mahasiswa kita yang belum tersentuh bantuan pendidikan dari pemerintah,” ungkapnya.
Marthen juga berharap agar Senator Pdt. David H. Waromi dapat memperjuangkan tambahan kuota di luar jatah yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Ia menilai, sebagai wakil daerah di Senayan, Senator DPD RI memiliki ruang dan kewenangan untuk menyuarakan kebutuhan khusus Papua kepada pemerintah pusat.
“Kami mohon kiranya Bapak Senator dapat membantu memperjuangkan tambahan kuota di luar yang sudah ditentukan oleh Dikti, sehingga anak-anak kita bisa terbantu dan merasakan langsung manfaat dari keberadaan wakil Papua di Senayan,” katanya.
Menurut Marthen, Kartu Indonesia Pintar sangat membantu mahasiswa Papua yang berasal dari keluarga kurang mampu, terutama dalam menutupi biaya pendidikan, kebutuhan akademik, serta biaya hidup selama menempuh studi di perguruan tinggi.
Sementara itu, Senator Pendeta David Harold Waromi menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan pendidikan orang asli Papua, termasuk akses terhadap bantuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Aspirasi tersebut, kata Senator Pdt. David H. Waromi, akan menjadi bahan penting dalam agenda perjuangannya di tingkat nasional, khususnya dalam memperkuat kebijakan afirmatif di bidang pendidikan bagi mahasiswa Papua.
(har)
















