Jayapura, Teraspapua.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor melakukan kunjungan konsultasi ke Dinas Pariwisata Provinsi Papua sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata, Rabu (28/1/2025).
Kunjungan ini secara khusus membahas optimalisasi pengelolaan pariwisata, pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Papua yang berada di wilayah Kabupaten Biak Numfor, seperti hotel dan sejumlah destinasi wisata.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRK Biak Numfor, Muh. Makka Arief, ST, didampingi Wakil Ketua Komisi III Adrianus Mambobo, S.Pd., M.Pd., serta diikuti oleh seluruh anggota Komisi III DPRK Biak Numfor.
Rombongan diterima di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Papua oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Bonni Asso, SST.Par., M.Si., MintTour & HotelMgt, bersama jajaran staf yang mewakili pimpinan dinas.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Papua menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif Komisi III DPRK Biak Numfor yang dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun komunikasi dan kolaborasi lintas pemerintahan.
Bonni Asso menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menyatukan visi dan kebijakan pengembangan pariwisata, khususnya dalam upaya mengoptimalkan aset daerah agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Sinergi antara provinsi dan kabupaten sangat diperlukan agar pengelolaan pariwisata, termasuk aset-aset milik pemerintah, dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” ujar Bonni Asso.
Pertemuan konsultasi tersebut juga membahas berbagai strategi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Biak Numfor dan Provinsi Papua secara umum. Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas dan daya tarik destinasi wisata, penguatan promosi pariwisata di tingkat regional maupun nasional, pemanfaatan aset pemerintah secara optimal, serta pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai penunjang utama pariwisata.
Ketua Komisi III DPRK Biak Numfor, Muh. Makka Arief, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, baik dari segi keindahan alam, budaya, maupun sejarah.
Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi dan profesional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap melalui konsultasi dan koordinasi ini, pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Papua yang berada di Biak Numfor dapat lebih optimal. Selain itu, kami juga mendorong percepatan pengembangan destinasi wisata unggulan yang dapat menjadi sumber PAD sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Muh. Makka Arief.
Ia menambahkan, Komisi III DPRK Biak Numfor berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan dan program yang berpihak pada pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah. Dukungan regulasi, penganggaran, serta pengawasan akan terus dilakukan agar program pariwisata berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat maksimal.
Kegiatan konsultasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Pemerintah Provinsi Papua. Dengan kerja sama yang solid dan berkelanjutan, sektor pariwisata diharapkan mampu tumbuh lebih berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua.
(Hdk)















