banner 325x300

Ini Harapan Dr. Sandra Titihalawa pada LDK Pengurus OSIS SMA Gabungan Jayapura

Foto bersama Kepala Sekolah, Dr. Sandra Titihalawa, S.Pd., M.Si, Dewan Guru dan pengurus OSIS (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – SMA YPPDK Gabungan Jayapura melalui Bagian Kesiswaan melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2025 – 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa, dengan mengusung tema “Berakar dalam Kristus, Bertumbuh sebagai Pemimpin.”

Kegiatan LDK ini turut dihadiri oleh Kepala SMA YPPDK Gabungan Jayapura, Dr. Sandra Grace Titihalawa, S.Pd., M.Si., Ketua OSIS terpilih Luna Kafiar, Wakil Ketua Christian Nussy, Sekretaris Novela Makanuay, serta Bendahara Novela Josephina Awom, bersama seluruh pengurus OSIS yang terpilih dari perwakilan warga SMA YPPDK Gabungan Jayapura.

Dalam arahannya, Dr. Sandra Titihalawa mengatakan, para pengurus OSIS merupakan siswa-siswi terpilih yang telah melalui proses seleksi. Oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dan panutan bagi seluruh siswa di lingkungan sekolah.

Foto bersama Pengurus OSIS SMA Gabungan Jayapura periode 2025-2026 (foto Harley/Teraspapua.com)

“Tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Tema Berakar dalam Kristus, Bertumbuh sebagai Pemimpin mengajarkan bahwa pemimpin sejati adalah pemimpin yang memiliki karakter Kristus,” ujar Dr. Sandra.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan yang berkarakter Kristus tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. Menurutnya, lingkungan SMA YPPDK Gabungan Jayapura merupakan tempat yang tepat untuk membentuk karakter kepemimpinan tersebut karena siswa-siswi akan ditempa dengan berbagai dinamika dan tantangan kehidupan sekolah.

“Pemimpin yang berkarakter Kristus diproses melalui tantangan. Karena itu, anak-anak patut bersyukur berada di lingkungan ini. Di sinilah Tuhan membentuk kesabaran, kekuatan, dan karakter yang baik dalam diri kalian,” ungkapnya.

Dr. Sandra juga mengingatkan bahwa menjadi pengurus OSIS berarti siap ditempa di lingkungan yang tidak selalu mudah. Namun, kondisi tersebut justru menjadi kesempatan untuk belajar bertanggung jawab, bersikap dewasa, dan mengambil keputusan yang benar.

Kepala Sekolah, Dr. Sandra Titihalawa, S.Pd., M.Si, saat menyaksikan rapat mini pengurus OSIS (foto Harley/Teraspapua.com)

Ia menekankan pentingnya sikap disiplin dan integritas, termasuk menjauhi perilaku negatif yang dapat merusak citra sebagai pemimpin siswa. “Pengurus OSIS harus menjadi contoh. Kalian tidak boleh berada di jalur yang salah, seperti merokok atau perilaku negatif lainnya. Justru kalianlah yang harus menjadi panutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Sandra berharap agar seluruh pengurus OSIS mampu menjadi teladan bagi siswa-siswi lainnya, bukan dengan sikap sombong atau merasa lebih hebat, melainkan dengan memberi dampak positif melalui sikap, perkataan, dan perbuatan.

“Kalian harus tampil berbeda, bukan untuk pamer, tetapi untuk membawa pengaruh yang baik bagi teman-teman. Bantulah bapak dan ibu guru di sekolah, serta orang tua di rumah, sehingga kalian benar-benar menjadi pemimpin yang berkarakter Kristus,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagai pengurus OSIS, siswa dituntut untuk mengikuti aturan yang berlaku dan mampu membuat keputusan dengan bijaksana. Menurutnya, setiap keputusan harus diambil dengan menggunakan hikmat dan anugerah Tuhan.

Dr. Sandra turut membagikan pengalamannya semasa SMA, di mana ia tidak memiliki kesempatan menjadi pengurus OSIS. Namun, melalui pembinaan di gereja dan persekutuan anak dan remaja, ia tetap belajar tentang kepemimpinan. Karena itu, ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, baik di sekolah maupun di gereja.

“Ketika kalian belajar di sekolah, lalu aktif di gereja dan organisasi, kalian akan dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan LDK ini merupakan proses awal dalam membentuk calon-calon pemimpin masa depan. Namun, kepemimpinan sejati harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri.

“Memimpin diri sendiri adalah hal yang paling sulit. Tetapi jika kalian mampu memimpin diri sendiri, maka kalian akan menjadi pemimpin yang hebat ketika memimpin orang lain,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Sandra Titihalawa juga memberikan materi khusus terkait kepemimpinan atau leadership sebagai bekal bagi para pengurus OSIS dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka selama satu periode ke depan.

(Har)