Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah kota Jayapura menggelar Monitoring Meja Program dan Kegiatan Triwulan ke-IV, yang bertujuan mengukur hasil kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura.
Giat yang berlangsung di GSG Siansoor Kantor Walikota, Rabu (13/12/2023) tersebut, diikuti seluruh pimpinan OPD termasuk Kepala Distrik, Kepala Kelurahan, Direktur RS Ramela, Kepala Puskesmas dan para PPTK serta bendahara.
Penjabat (Pj). Walikota Jayapura, Frans Pekey pada kesempatan ini mengatakan, banyak laporan progres dari beberapa OPD, yang belum terinput di Aplikasi Sistem Informasi Realisasi Fisik dan Keuangan (SIREFKA).
Dengan demikian kata Pekey, jika semua sudah terinput maka laporan realisasi fisik dan keuangan Pemkot, sudah lebih dari yang dilaporkan oleh BAPPEDA.

“Laporan realisasi itu ternyata memang ada yang belum input di SIREFKA, sehingga presentasi itu sebenarnya sudah di atas itu, baik fisik maupun keuangan,” terang Pekey.
Pekey menambahkan, ada beberapa kegiatan di OPD yang masih berlangsung, dengan progres baru 50% baik fisik maupun keuangan. Sehingga lewat monitoring tersebut, dirinya meminta adanya percepatan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Pada kesempatan ini, Frans Pekey mengingatkan para PPTK maupun pengguna anggaran, untuk memperhatikan kegiatan atau pekerjaan di pihak ketiga, agar bisa terbayarkan tepat waktu sehingga tidak menimbulkan masalah piutang bagi pemerintah.
“Jangan sampai pekerjaan di lapangan sudah selesai, namun tidak bisa tertagih karena batasan waktu yang telah ditentukan. Ini bisa menimbulkan masalah ataupun piutang, bagi pemerintah kota.” Tegas Pekey.
Dirinya berharap dengan monitoring ini, ada percepatan pekerjaan dan kegiatan, sehingga pada akhir tahun, realisasi fisik dan keuangan bisa mencapai 100% atau minimal 98%.
“Harapannya, kedepan kita memperbaiki yang terjadi di tahun 2023 ini,” tutup Pekey.
Sementara itu Kepala BAPPEDA kota Jayapura, Rory Cony Huwae dalam laporannya mengatakan, Monitoring Meja ini bertujuan untuk mengetahui progres capaian kegiatan serta masalah dan kendala, dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

Selain itu kata Huwae, giat tersebut sekaligus mencari solusi untuk perbaikan, serta melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas proses kedepan.
“Monitoring ini, sekaligus untuk melakukan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan yang cepat, tepat dan berkualitas, dalam capaian program yang terukur.” Kata dia.
Dalam laporan perkembangan realisasi fisik program dan kegiatan pembangunan, Huwae menyebutkan, Anggaran Belanja Langsung kegiatan Pemkot Jayapura Tahun Anggaran 2023, sebesar Rp.791.417.449.016, dengan sarapan anggaran senilai Rp.630.581.053.200.
“Dengan capaian realisasi fisik 95,56% dan realisasi keuangan sebesar 79,57%, untuk membiayai 205 program, 324 kegiatan dan 757 sub kegiatan,” papar Huwae.
(elo)








