Dorong Modernisasi, Senator David Waromi Gagas Sekolah Drone untuk Petani Muda Papua

Senator David Harold Waromi dan Prof. J.W. Saputro, dosen Universitas Pertahanan RI saat menerima bingkisan Drone HY-100 mini dari pemimpin perusahaan teknologi dirgantara asal China, Ursa Aeronautical Technology (UAT) Co., Ltd.

Shihezi, Teraspapua.com – Upaya modernisasi sektor pertanian di Tanah Papua terus didorong melalui pemanfaatan teknologi berbasis inovasi. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pembentukan sekolah pilot atau operator drone pertanian skala menengah yang ditujukan bagi generasi muda.

Inisiatif ini digagas oleh Senator asal Papua, Pdt. David Waromi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Papua. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas petani muda dalam mengoperasikan drone pertanian dengan bobot antara 25 hingga 150 kilogram, yang dinilai efektif untuk pengelolaan lahan dalam skala puluhan hingga ratusan hektare.

Waromi mengatakan, persiapan program dilakukan melalui koordinasi dengan Prof. Saputro dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan, Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Menurutnya, pelatihan tahap awal akan difokuskan di Kabupaten Keerom, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian utama di Provinsi Papua.

“Kita berharap pada semester kedua tahun ini program pelatihan sudah bisa mulai berjalan,” ujar Waromi saat meninjau proses produksi pesawat drone HY-100 di Shihezi, Provinsi Xinjiang bersama Prof. Saputro , Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran sekolah drone pertanian di Papua diharapkan mampu mempercepat transformasi metode pertanian dari sistem konvensional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.

Selain mendorong peningkatan produktivitas, program ini juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, yang selama ini kerap dipandang kurang menjanjikan.

“Dengan teknologi, pertanian bukan lagi pekerjaan tradisional semata, tetapi menjadi sektor yang modern dan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Sejumlah petani yang tergabung dalam organisasi Tani Merdeka Indonesia menilai gagasan tersebut sebagai langkah strategis yang tidak hanya berdampak bagi Papua, tetapi juga berpotensi diterapkan secara nasional.

Mereka menilai, terobosan yang dilakukan Waromi sebagai putra asli Papua menunjukkan bahwa inovasi di sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Waromi menambahkan, program serupa ke depan akan didorong untuk diterapkan di Provinsi Aceh dan Provinsi lain di Indonesia,dan akan berkoordinasi dengan Wakil Menteri (Wamen) Pertanian, Sudaryono, yang juga sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Senator David Harold Waromi bersama pemimpin perusahaan teknologi dirgantara asal China, Ursa Aeronautical Technology (UAT) Co., Ltd di tempat produksi pesawat drone HY-100 di Shihezi, Provinsi Xinjiang

Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

“Saya yakin dengan langkah-langkah positif ini, para pemuda akan semakin bangga menjadi petani. Dengan begitu, cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa implementasi sekolah drone pertanian ini akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, ketersediaan tenaga instruktur, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan dari pemerintah.

Sebagai Ketua TMI Provinsi Papua, Waromi juga menyatakan pihaknya akan mendorong pengembangan program ini di berbagai wilayah di Papua, tidak hanya di Kabupaten Keerom, tetapi juga di kabupaten lain yang memiliki potensi sebagai lumbung pertanian.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Untuk memperkuat realisasi program, Waromi mengaku telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono selaku Pembina Tani Merdeka Indonesia, serta Ketua Umum TMI Don Muzakir, guna memperoleh dukungan penuh terhadap pengembangan sekolah drone pertanian di Papua.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi petani dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sektor pertanian berbasis teknologi di Indonesia, khususnya di Tanah Papua.

(veb)