Guru SD di Jayapura Sukses Berkat Beasiswa BTM: “Beliau Bukan Hanya Pemimpin, Tapi Pengubah Hidup”

Jayapura, Teraspapua.com – Sosok Benhur Tomi Mano (BTM) tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan visioner, tetapi juga sebagai figur yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Papua.

Hal ini dirasakan langsung oleh Mama Kania Rumparmpam, seorang guru di SD Inpres Angkasa Pura, Kota Jayapura, yang kehidupannya berubah berkat program beasiswa yang digagas BTM saat menjabat Wali Kota Jayapura.

Dalam pertemuan terbatas yang berlangsung di Kelurahan Angkasapura, Rabu (9/7/2025), Mama Kania dengan penuh rasa bangga menceritakan kisah perjalanannya menempuh pendidikan tinggi, sesuatu yang dulu tak pernah ia bayangkan bisa terwujud.

“Saya bukan lulusan S1, bahkan dulu hanya lulusan D3. Tapi semangat saya untuk menjadi guru sejati tidak pernah padam,” ungkap Kania saat menyampaikan testimoninya langsung kepada BTM di hadapan warga.

Menurutnya, BTM adalah pemimpin yang benar-benar memahami pentingnya kualitas tenaga pendidik dalam membentuk masa depan Papua. Oleh karena itu, BTM meluncurkan program beasiswa bagi guru-guru D3 agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). Program ini dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Kota Jayapura dan Universitas Cenderawasih (Uncen).

“Saya salah satu yang mendapat beasiswa itu. Saya kuliah di Uncen dan lulus sebagai sarjana pendidikan. Sekarang saya sudah mengajar dan mengabdi di SD tempat saya dulu memulai,” kisahnya penuh rasa syukur.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi Teraspapua.com, Kania Alberthina Rumparmpam memulai kuliahnya di Universitas Cenderawasih pada tahun 2014. Ia mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan berhasil menyelesaikan studinya pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017.

Namun perjuangan Mama Kania tidak berhenti sampai di situ. Ia masih menyimpan harapan besar agar sekolah tempatnya mengajar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam hal fasilitas pendidikan dan sumber daya penunjang.

“Banyak anak Papua itu cerdas dan punya potensi besar. Tapi mereka butuh ruang dan fasilitas yang memadai. Kalau Kota Jayapura bisa menjadi barometer pendidikan, maka seluruh Papua juga harus bisa,” tegasnya.

Kisah Mama Kania menjadi bukti bahwa kebijakan pendidikan yang dirancang dengan hati dan visi jauh ke depan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Program beasiswa yang digagas oleh BTM bukan sekadar bentuk bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua.

BTM sendiri dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan Papua. Ia menolak melihat guru hanya sebagai pelengkap, dan karena itulah ia mendorong peningkatan kompetensi para pendidik melalui akses pendidikan tinggi.

“Guru adalah ujung tombak masa depan Papua. Tidak bisa kita biarkan mereka tertinggal hanya karena latar belakang pendidikan. Itu sebabnya saya buat program ini saat masih menjabat Wali Kota,” ujar BTM dalam sambutannya di Angkasa.

Cerita Mama Kania bukan hanya tentang keberhasilan seorang individu, tetapi juga cerminan harapan baru bagi banyak guru dan generasi muda Papua lainnya. Ia menjadi inspirasi bahwa dengan program yang tepat sasaran dan kepemimpinan yang peduli, perubahan besar bisa terjadi dari akar rumput.

Apa yang dilakukan BTM terhadap dunia pendidikan tidak hanya menyentuh data statistik, tetapi juga menyentuh kehidupan nyata seperti yang dialami oleh Mama Kania dan ratusan guru lainnya di Kota Jayapura.

“Pemimpin yang baik bukan hanya yang bisa memimpin, tapi yang bisa mengubah hidup banyak orang. BTM adalah salah satu dari mereka,” pungkas Mama Kania, menutup kesaksiannya dengan mata berbinar.
(Har/Rck)