Jayapura, Teraspapua.com – Inovasi berbasis pangan lokal kembali lahir dari kalangan mahasiswa. Sekelompok mahasiswa Semester IV Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih (Uncen) berhasil mengembangkan produk kuliner kreatif bertajuk “The Crispy” yang langsung mendapat respons positif dari pasar.
Melalui program KO BISA Project, tim yang terdiri dari Maria Herlin Rawai, Salsabila Halim, Grace Joice Souisa, Elisabeth Alfanofia Panjaitan, dan Panus Ningdana mengolah bahan pangan lokal seperti singkong dan pisang menjadi produk bernilai jual tinggi.
Singkong diolah menjadi tela-tela dengan beragam varian rasa, sementara pisang dikreasikan menjadi banana nugget dengan sentuhan topping modern yang mengikuti selera pasar.

Penjualan perdana yang digelar pada 5 Maret 2026 di lingkungan kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uncen mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan civitas akademika. Keberhasilan tersebut berlanjut pada penjualan kedua yang dilaksanakan pada 16 Maret 2026 di kawasan LPTQ Masjid Al-Ikhsan Kotaraja, di mana seluruh produk kembali habis terjual dalam waktu singkat.
“Respons masyarakat sangat positif, bahkan seluruh produk kami ludes terjual,” ujar Grace Joice Souisa, mewakili tim “The Crispy”.
Awalnya, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis yang diampu oleh Kurniawan Patma dan Maylen Kathrin Petra Kambuaya. Namun dalam perkembangannya, proyek tersebut justru membuka peluang usaha nyata bagi para mahasiswa.
Menurut Kurniawan Patma, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mendorong kreativitas, kemandirian, serta kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu secara langsung di lapangan. Selain itu, inisiatif tersebut juga dinilai mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus memperkenalkan kembali potensi pangan lokal kepada masyarakat luas.

Fenomena ini mencerminkan tantangan yang dihadapi pangan lokal di tengah dominasi produk makanan modern. Melalui inovasi pada rasa, tampilan, dan kemasan, tim “The Crispy” menghadirkan pendekatan baru yang relevan dengan selera generasi muda tanpa menghilangkan identitas asli produk lokal.
Lebih dari sekadar produk kuliner, inisiatif ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal, membuka peluang ekonomi baru, serta mendorong pelestarian pangan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya. Dengan konsep sederhana namun adaptif terhadap tren pasar, “The Crispy” menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa dapat mengangkat potensi lokal menjadi usaha yang kompetitif dan berkelanjutan.
(Veb)










