Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Panitia Sosialisasi dan Deklarasi Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kota Kepulauan Lease yang juga anggota DPR Papua, Giovano Pattipawae, menilai momentum peringatan Hari Pattimura tahun ini memiliki makna yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu, menurutnya, terlihat dari keberanian serta tekad Anak Cucu Lease (ACL) yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan nalam perenungan hari Pattimura ke 209 tahun secara mandiri, dengan melibatkan tiga wilayah asal, yakni Pulau Haruku, Saparua, dan Nusalaut.
“Ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Anak Cucu Lease bersatu menyelenggarakan peringatan ini secara mandiri dengan melibatkan seluruh elemen dari tiga pulau,” ujar Giovano dalam sambutannya pada acara malam perenungan yang digelar oleh Anak Cucu Lease (ACL).
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Ikemal, kawasan Skyline, Kota Jayapura, Kamis (14/5/2026), dan dihadiri ratusan warga Anak Cucu Lease dengan mengusung tema “Jejak Perjuangan Kapitan Pattimura, Panutan Anak Bangsa.”
Kegiatan yang digelar perdana tersebut mengangkat tema “Jejak Perjuangan Kapitan Pattimura, Panutan Anak Bangsa.” Tema ini dinilai mencerminkan semangat juang yang diwariskan oleh Kapitan Pattimura sekaligus menjadi perekat persatuan Anak Cucu Lease.
Ia menjelaskan, semangat tersebut juga menjadi landasan kuat dalam mendukung pembentukan CDOB Kota Kepulauan Lease, yang saat ini terus diperjuangkan oleh masyarakat.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen Anak Cucu Lease dalam satu tekad untuk mendorong terbentuknya Kota Kepulauan Lease,” katanya.
Selain itu, Giovano menegaskan bahwa semangat perjuangan Pattimura juga harus diwujudkan melalui sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung pembangunan di Kota Jayapura dan wilayah Papua secara umum.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Kapitan Pattimura dengan menjadi “Pattimura-Pattimura muda” di masa kini.
Menurutnya, generasi saat ini tidak lagi berjuang dengan senjata tradisional seperti parang dan salawaku, melainkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan.
“Keteladanan Pattimura mengajarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berjuang. Dengan peralatan sederhana, beliau mampu melawan penjajahan. Ini menjadi inspirasi bagi generasi sekarang untuk terus berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan kebersamaan sebagai warisan utama dari perjuangan Pattimura, khususnya di kalangan Anak Cucu Lease yang berada di perantauan.
Sebagai Ketua Panitia Deklarasi ACL Provinsi Papua, Giovano juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap, melalui momentum peringatan ini, semangat perjuangan, persatuan, dan nilai-nilai kepahlawanan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Tahun-tahun berikut acara ini akan digelar lebih besar lagi.
“Semangat Pattimura harus terus menjadi inspirasi, tidak hanya dalam mengenang sejarah, tetapi juga dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
(har)








