Malam Perenungan Hari Pattimura ke-209 Tahun, Pemkot Jayapura Kirim Pesan Tegas: Generasi Muda ACL Harus Bangkit

Plt Sekda Kota Jayapura, Muklis Karim, dan sesepuh saat membakar obor induk (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com  – Peringatan Hari Pahlawan Nasional Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura ke-209 menjadi momentum penting untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan bangsa dalam mempertahankan kehormatan, martabat, dan kemerdekaan rakyat dari penjajahan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Muklis Karim, dalam acara malam perenungan yang digelar oleh Anak Cucu Lease (ACL).

Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Ikemal, kawasan Skyline, Kota Jayapura, Kamis (14/5/2026), dan dihadiri ratusan warga Anak Cucu Lease dengan mengusung tema “Jejak Perjuangan Kapitan Pattimura, Panutan Anak Bangsa.”

Dalam sambutannya, Wali Kota Abisai Rollo menegaskan bahwa sosok Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura dikenal sebagai pejuang yang memiliki keberanian, jiwa kepemimpinan, semangat persatuan, serta pengorbanan tinggi dalam memimpin rakyat Maluku melawan kolonialisme pada tahun 1817.

Ia menilai, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Pattimura tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, khususnya bagi Anak Cucu Lease yang berada di perantauan, termasuk di Kota Jayapura.

“Malam perenungan ini menjadi bagian penting untuk mengenang jasa para pahlawan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, momentum refleksi ini juga menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk merenungkan sejauh mana diri mereka telah menjadi penerus yang layak bagi semangat perjuangan Pattimura.

“Malam ini adalah saat bagi kita untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan bertanya pada diri sendiri—apakah kita sudah menjadi ahli waris yang layak dari semangat perjuangan beliau,” katanya.

Muklis juga menekankan filosofi hidup yang diwariskan Pattimura melalui semboyan “Lawa Mena Haulala” yang berarti maju terus pantang mundur. Ia menegaskan, semboyan tersebut tidak lagi dimaknai sebagai seruan perang fisik, melainkan sebagai semangat melawan berbagai tantangan zaman.

“Jika dahulu semboyan ini menggema di medan tempur di Saparua dan Nusa Laut, maka hari ini menjadi panggilan bagi kita untuk melawan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, narkoba, HIV/AIDS, serta berbagai ancaman moral di era globalisasi dan digitalisasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengutip pesan historis Pattimura yang menyatakan bahwa perjuangan tidak akan berhenti meski dirinya gugur.

“Saya boleh meninggal, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit,” kutipnya.

Abisai Rollo menilai, generasi muda saat ini adalah representasi dari “Pattimura muda” yang berjuang melalui karya, inovasi, prestasi, serta pengabdian di berbagai bidang kehidupan.

“Kita tidak lagi mengangkat parang, tombak, dan salawaku, tetapi mengangkat derajat bangsa melalui integritas, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa makna utama dari malam perenungan ini adalah memperkuat kembali identitas dan semangat persaudaraan orang basudara yang diwariskan oleh para leluhur dari tanah Lease.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tercermin dalam semangat keberanian, persatuan, solidaritas, serta pengorbanan demi kepentingan bersama.

Abisai Rollo juga mengingatkan bahwa Anak Cucu Lease memiliki tanggung jawab moral untuk terus mewariskan nilai-nilai tersebut, terlebih dalam konteks perjuangan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kepulauan Lease.

Ia berharap melalui peringatan ini, semangat perjuangan dan nilai kepahlawanan tetap hidup dalam hati seluruh masyarakat Maluku, khususnya yang berada di Kota Jayapura dan Provinsi Papua.

“Kepada generasi muda, Pattimura-Pattimura muda, jadilah generasi yang kuat, berkarakter, cinta tanah air, serta mampu menjaga persaudaraan dan keharmonisan di tengah keberagaman,” pesannya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghargai sejarah dan jasa para pahlawan sebagai fondasi bangsa.

“Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Abisai Rollo mengajak seluruh masyarakat ACL  untuk menjadikan momentum ini sebagai komitmen bersama dalam menjaga persatuan, membangun kebersamaan, serta berkontribusi positif bagi pembangunan Kota Jayapura dan Tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Semangat ‘ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging’ harus terus menjadi landasan hidup kita bersama,” tutupnya.

(Har)