161 Pelaku Usaha Kerajinan Terima Bantuan Dari DEKRANASDA Kota Jayapura

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano,MM, ketua Dekranasda Kota Jayapura, Kristhina L. Mano, S.IP.,M. AP, Kepala Divisi Bisnis UMK dan Konsumer Bank Papua, Abraham Krey dan Kadis Perindagkop, Robert L,N.Awi saat pose bersama perwakilan pengrajin

Jayapura,Teraspapua.com – Sebanyak 161 pelaku usaha kerajinan di Kota Jayapura terima bantuan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berupa peralatan kerja dan bahan baku, yang merupakan hibah dari Wali Kota Jayapura.

Terpantaun bantuan itu diserahkan langsung oleh Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano,MM di depan mail hall kantor Wali kota, Jumat (25/9/2020).

Turut hadir ketua Dekranasda Kota Jayapura, Kristhina L. Mano, S.IP.,M. AP, Kepala Divisi Bisnis UMK dan Konsumer Bank Papua, Abraham Krey dan Kadis Perindagkop, Robert L,N.Awi.

Wali Kota Benhur Tomi Mano dalam sambutan minta kepala dinas Perindagkop untuk melakukan pendataan terhadap para pengrajin yang ada di kota Jayapura.

” Berapa sih, mama – mama yang membuat noken di kota Jayapura, dari distrik Muara Tami, Heram, Abepura, Jayapura Selatan dan distrik Jayapura Utara,”pintanya.

Data, apakah mereka mempunyai tempat khusus, dan ini yang harus kita dorong dan bantu mereka.

Menurutnya, ada mama-mama penjual noken di emperan toko, datangi dan tanya mereka. Karena data ini sangat penting sehingga ketika kita membuat program untuk membantu mereka.

“Karena kita tidak bisa membantu orang perorangan, tapi yang dibantu adalah kelompok-kelompok pembinaan,”terang Wali Kota.

Kemudian lanjut Benhur Tomi Mano, data juga pembuat stempel yang ada di wilayah Heram, Abepura, Muara Tami, Jayapura Selatan dan Jayapura Utara. Begitu juga dengan kerajinan – kerajinan dari tempurung kelapa semua didata dengan baik.

Pria yang akrab disapah BTM itu minta kepada para pengrajin agar terima bantuan ini dengan ungkapan syukur kepada Tuhan. Karena ini merupakan bentuk pelayanan, tali Kasih kita untuk memperhatikan orang yang lemah.

“Ini bantuan dari pemerintah kota dan jangan dilihat dari sedikit dan banyaknya. Tapi ini merupakan hubungan tali kasih pemerintah dengan masyarakat,”tandasnya.

Selain itu Benhur Tomi Mano juga minta bank Papua agar bisa membantu mama-mama pengrajin dengan program CSR.

Semua pengrajin BTM minta untuk menyampaikan kepada semua orang untuk menabung di bank Papua karena bank ini, tentu milik orang Papua.

Dlanjutkan, sejak menjadi Wali kota sampai 8 tahun ini tidak ada laporan dari bank Papua kepada saya bahwa bank Papua telah memberikan bantuan kepada mama-mama penjual ikan asar, noken, pinang

“Jadi bank Papua tidak ada laporan ke saya, padahal yang punya wilayah ini adalah Walikota Jayapura,”kesalnya.

Karena lanjut Wali Kota, jika bantuan sudah diberikan oleh bank Papua maka kita bisa lihat agar tidak tumpang tindih, tapi diberikan kepada yang lain supaya ada pemerataan.

“Yang saya hanya mendapat laporan yaitu bantuan kepada penjual kelapa di Skyline maupun di bukit Jokowi,”akuinya.

Ditambahkan BTM, banyak bantuan yang sudah bank Papua berikan lewat program CSR kepada masyarakat, namun saya minta supaya jangan tumpang tindih,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Dekranasda Kota Jayapura, Kristhina L. Mano, S.IP.,M. AP juga mengatakan organisasi ini untuk menghimpun pencinta dan peminat seni.

“Jadi bertujuan untuk meningkatkan inovasi, kreativitas, keterampilan di bidang seni kerajinan serta mempromosikan produk hasil kerajinan,”terangnya.

Mengingat lanjut Kristhina, peran yang sangat penting dan strategis serta potensi yang sangat besar maka seni kerajinan perlu dilestarikan.

Dikatakan, untuk memacu perkembangan industri kerajinan di kota Jayapura salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah kota Jayapura adalah melakukan pembinaan.

“Tentu berupa bantuan peralatan kerja dan bahan baku kepada para pelaku usaha kerajinan, sehingga mereka mampu meningkatkan kuantitas maupun kualitas hasil,”ujarnya.

Anggota DPR Papua itu juga menambahkan, dengan adanya pemberian bantuan peralatan kerja dan bahan baku diharapkan para pelaku usaha kerajinan penerima bantuan termotivasi dan semakin tekun mengelola usahanya.

Dengan begitu maka dapat berkembang dengan baik, mandiri dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas untuk mengisi pangsa pasar yang tersedia.

Tetapi juga sekaligus peningkatan pendapatan bagi keluarga masing-masing,”imbuhnya.

Lanjut dirincikan, penerima bantuan sebanyak 161 orang yang terdiri dari pelaku usaha kerajinan noken 129 orang, pelaku usaha kerajinan mahkota 19 orang .

Kemudian, pelaku usaha kerajinan stempel 9 orang, dan pelaku usaha kerajinan tempurung 4 orang,“ tukasnya.

(Let)