Jayapura, Teraspapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke- 142 tahun ini, pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jayapura melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Waena, Distrik Heram, Senin (19/4/2021).
Ziarah dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penasehat GOW Kota Ny. Kristhina Luluporo Mano.
Sosok yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota ini didampingi Ketua GOW Kota, Ny. Rasmawati Rustan Saru serta pengurus gabungan organisasi wanita.
Ziarah yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wit ini diawali dengan mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu TMP oleh penasehat GOW, serta aksi tabur bunga di atas pusara para pahlawan.
Ny. Kristhina Luluporo Mano dalam pernyataannya menyampaikan terima kasih kepada perempuan perempuan hebat yang ada di Kota Jayapura.
Saat ini kartini – kartini Papua yang ada di Kota Jayapura, kita sudah diberikan kesempatan dan tanggung jawab yang sama dengan kaum laki-laki.
“Terbukti bahwa perempuan juga dapat memberikan ataupun melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” terang Ny. Kristhina.
Dituturkannya, dalam rangka memperingati Hari Kartini di kota Jayapura ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan. Seperti ziarah ke TMP Waena, ceramah-ceramah yang suka dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri perempuan itu sendiri.
Wanita yang juga sebagai anggota DPR Papua ini berharap, bahwa dengan peringatan hari Kartini ini, perempuan-perempuan yang ada di kota Jayapura ini benar-benar menjadi perempuan-perempuan yang berkualitas.
“Sehingga ke depan, melalui perempuan-perempuan ini, dapat melahirkan anak-anak bangsa juga yang berkualitas,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakan Ny. Kristhina, dalam rangka hari Kartini juga pihaknya telah melakukan sosialisasi stunting. Pasalnya di kota Jayapura, terindikasi ada berapa Kelurahan dan Kampung yang teridentifikasi ada stunting.
Oleh sebab itu bersama – sama dengan Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Bappeda dan instansi terkait lainnya, kami melakukan sosialisasi, sembari berharap bahwa stunting di kota Jayapura ini dapat diminimalisir.
Atau paling tidak, harus tidak ada stunting di kota Jayapura, karena di kota Jayapura, tidak ada kekurangan. Mau ikan kita pasti ada, begitu juga sayur – sayuran dan buah – buahan.
“ Kepada semua orang tua, terutama perempuan – perempuan atau ibu – ibu baik di Kampung maupun Kelurahan bersama – sama kita mengetahui, belajar, bertanya supaya stunting nanti dapat kita minimalisir,” imbaunya.
Terutama, kepada ibu – ibu hamil dan menyusui dan juga kepada anak-anak balita, paling tidak 1000 hari pertama kehidupan harus kita jaga dan bawal untuk pemberian gizi untuk anak,” pungkasnya.
(arc )










