banner 728x250

Lirik Potensi Ikan Laut, Manajemen Hotel Horison MoU Dengan Kampung Kayu Pulo

  • Bagikan
Foto bersama usai MoU

Jayapura, Teraspapua.com – Manajemen hotel horison melirik potensi ikan laut yaitu bubara segar dari Kampung Tahima Soroma Kayu Pulo dalam hal ini Badan Usaha Milik Kampung ( Bumkam).

Sebagai bukti, kedua bela pihak sama – sama membubuhkan tanda tangan pada surat perjanjian kerja sama atau MoU yang disaksikan asisten bidang pemerintahan umum, Ever Merauje mewakili Wali Kota Jayapura.

banner 325x300

Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Jakobus Itaar, Kepala Dinas Pariwisata, Matias B, Mano, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan serta ketua LMA Port Numbay, George Awi dan Ondoafi Tahima Soroma, Niko Youwe.

Penandatanganan MoU ini berlangsung di hotel horison kotaraja saat digelarnya acara inventarisasi dan identifikasi masyarakat hukum adat Port Numbay kota Jayapura, Jumat ( 30/4/2021).

Kepala DPMK, Jakobus Itaar mengakui, ada potensi kampung yang sangat luar biasa dimiliki oleh 10 kampung adat yang tentu langsung dilirik oleh pihak perhotelan di kota Jayapura.

“Hari ini, MoU pihak hotel horison yang akan membeli ikan bubara segar dari Kampung Tahina Soroma Kayu Pulo yang dikelola oleh Badan Usaha Milik kampung ( Bumkam ),” terangnya.

Diharapkannya, dengan kerjasama ini dapat memberikan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Horison yang punya hati untuk membantu masyarakat kampung.

“Kami mendorong semua usaha-usaha yang ada di kota Jayapura untuk ikut membeli potensi yang ada di kampung – kampung,” imbuhnya.

Kerjasama ini menurut Itaar, dapat menjadi di langkah awal yang patut diikuti oleh 9 kampung adat lain, untuk menjual potensi kampung yang dimiliki.

Jakobus Itaar juga mendorong, kesiapan kampung – kampung lain untuk menyambut berkat ini. Intinya teman-teman hotel siap untuk membeli potensi yang ada. Seperti Hotel Horison yang sudah siap untuk membeli potensi dari kampung Kayu Pulo.

Untuk itu diminta, para ondoafi dan kepala suku harus mendukung, supaya usaha – usaha masyarakat dapat dikembangkan. Pasalnya, ada daerah-daerah yang sportnya tidak boleh diganggu karena merupakan daerah adat yang sakral.

“Tapi juga, ada daerah-daerah yang diijinkan oleh kepala suku untuk melakukan usaha di sana,” sambung Itaar.

Sementara itu, GM horison, Eddy Soenarno mengakui, pihaknya punya tanggung jawab moral juga untuk membantu masyarakat lokal.

“Ini sangat luar biasa, karena ikan dari Papua khususnya kota Jayapura ini sangat segar, bahkan saya memutuskan untuk tim forcasing harus membeli ikan segar dari nelayan lokal,” ungkapnya.

Eddy mengakui, pihaknya tidak pernah mengambil dari supplier. Karena kita juga diuntungkan selain kualitas ikan yang segar harga juga lebih bersaing.

“Walaupun ada untungnya kami mengambil ikan dari supplier. Tapi produknya sudah tidak segar lagi. Sementara di kota Jayapura ini ikannya berlimpah dan kualitasnya segar,” akui Eddy.

Dia berharap, teman-teman manajemen hotel lain bisa tergerak membantu masyarakat atau nelayan lokal untuk membeli ikan mereka.

Dikatakan, dari awal memang kami selalu bertanggung jawab untuk membantu masyarakat. Ini sebagai rasa terima kasih, karena kami adalah bagian dari kota Jayapura.

Jadi kami harus membantu mengangkat perekonomian masyarakat kampung. Sembari Eddy himbau kepada grup Horison lain untuk membantu mengambil ikan segar dari masyarakat Kampung,” kata dia.

Sementara penjabat Kepala Kampung Tahima Soroma Kayu Pulo, De Tresia Ramandei mengaku mendukung budidaya ikan bubara di kampung tersebut.

“Selama ini, kami sudah lakukan sosialisasi. Bahkan bulan depan kami ada lakukan pembibitan dan sementara pengadaan sekitar 10000 ekor bibit ikan dan nantinya bertahap, kita mulai 5000 dulu,” ucapnya.

Sehingga kata De Tresia, saat panen di bulan Oktober itu sudah bisa mendapatkan ikan yang segar pada 15 keramba yang ada di kampung tersebut.

Ditempat yang sama, Ondoafi Kayu Pulo, Niko Youwe menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat kampung kota Jayapura.

Dimana, perhatian dikhususkan kepada masyarakat kampung secara khusus kepada kami di Tahima Soroma dalam pengembangan masyarakat adat.

“Hari ini kita sama-sama menyaksikan penandatanganan MoU, dengan harapan kegiatan ini terus berjalan sehingga potensi – potensi yang ada di kampung dapat dikembangkan secara khusus di bidang perikanan,” ujarnya.

Kampung Kami adalah Kampung ikan, yang tentu sangat tepat ketika usaha perikanan ini dapat dikembangkan.

Selaku ondoafi, Niko mengaku mendukung program ini, karena secara ekonomis pasti ada manfaatnya yang dapat dirasakan oleh para nelayan.

Secara khusus kepada GM hotel horison, kami menyampaikan terima kasih karena dapat menampung hasil dari kampung kami, yaitu ikan bubara.

Niko berharap, hal semacam ini dapat terus dikembangkan, agar pendapatan dan ekonomi masyarakat terus terangkat, ” tukasny.

(wate).

 

  • Bagikan