Jayapura,Teraspapua.com – Sejumlah anak jalanan Kota Jayapura yang tergabung dalam komunitas anak-anak jantung kota, diperdayakan menjadi barista atau orang yang membuat kopi dan menyajikannya kepada pelanggan di gerobak Q’tong Pu Kopi
Q’tong Pu Kopi adalah usaha komunitas anak-anak jantung kota, yang diketuai oleh Pendeta Naomi Selan. Lewat usaha ini anak-anak jalalan ini mempunyai kerinduan menjadi enterpreneur muda ditanahnya sendiri.
Gerobak Q-Tong Pu Kopi, beralamat dijalan Achmad Yani Depan SIP Jayapura, menhadirkan kopi Pegunungan Bintang, sehingga bagi penikmat kopi yang ingin menikmatinya bisa langsung ketempatnya. Harganya pun terjangkau hanya Rp 20.000.
Dengan dilaunchingnya gerobak Q’ Tong Pu Kopi, saya berharap anak-anak jalanan ini bisa menjadi duta kopi yang sukses, mempunyai minset interprener sedinimungkin menjadi tuan di negerinya sendiri.
“Dan paling terpenting, kedepan mereka bisa memperkerjakan teman-teman mereka yang lain,” ujar pendiri anak jantung kota, Pendeta Naomi Selan, usai acara launching gerobak Q’Tong Pu Kopi, di Kawasan Ex Pasar Ampera, Kota Jayapura, Rabu (07/07/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Naomi, untuk usaha gerobak Q’Tong Pu Kopi ini ada 40 anak jalanan, mereka telah dilatih dan siap untuk meracik kopi dan menyajikan bagi para penikmat di Kota Jayapura dan sekitarnya.
Meskipun selama ini banyak orang memandang anak-anak jalan ini sebagai anak-anak yang terkenal dengan kenakalan, namun lewat usaha yang mereka akan tekuni ini, kami berharap kepada Pemerintah, agar anak-anak ini bisa diterimah dan dapat disentuh, karena mereka ingin hidup seperti khalayak anak-anak lainnya.
Ketika disinggung soal pendapatan dari hasil penjualan kopi ini, Naomi menuturkan dalam sehari satu kedai kopi bisa menghabiskan 6 kilo kopi, kalau dirupiakan bisa total Rp7-8 juta rupiah, tandasnya.
Sementara itu, Antoni Torrens dari Tim Lider green economy growth projeck, mengatakan melihat semangat dari anak-anak ini dengan tekun mengikuti pelatihan yang kami berikan, maka kami putuskan untuk memberikan gerobak yang dilengkapi dengan peralatan cukup cangi, sehingga mereka bisa mencari pendapatan sendiri lewat usaha kopi ini.
Antoni berharap Pemerintah dapat mendukung anak-anak ini, sehingga kedepan bukan hanya kopi yang mereka jual, tetapi prodak-prodak lain mereka bisa jual ditempat usaha mereka demi memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” pungkasnya.
(Matu)








