Jayapura, Teraspapua.com – BPD PHRI Provinsi Papua telah melakukan Musda ke- IX pada tanggal 13 Agustus 2022 lalu, yang mana salah satu agenda adalah melakukan pemilihan Ketua untuk masa bhakti 2022 -2027. Musda itu turut dihadiri ketua umum Aryadi sukamdani dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) dan Ketua Karateker.
Dari hasil Musda itu Ouner Hotel Cendrawasih, Abdul Rajab terpilih sebagai ketua dan General Manajer (GM) Hotel Yasmin, Rino Arion sebagai Sekertaris.
Saat memberikan keterangan Pers di salah satu Café di kawasan Ruko Dok II, Senin (15/8/2022), Abdul Rajab mengemukakan, dari hasil Musda saya dipercayakan dan diberi amanah sebagai Ketua BPD PHRI Papua.
“Jadi, yang berhak memilih ada 23 yang terdaftar sebagai anggota tetap PHRI, karena itu merupakan syarat dari anggaran dasar rumah rumah tangga (ADRT) PHRI.
Dalam Musda itu dijelaskan, Rajab, Harapan teman-teman PHRI sangat membutuhkan ada perubahan, sehingga saya dan teman – teman pengurus kedepannya bersihnergi, kerjasama untuk memajukan DPD PHRI yang ada di tanah Papua ini.
“Mungkin salah satu program pasti kita bahas dalam rapat kerja dalam waktu dekat, tetapi intinya bagaimana memajukan industri pariwisata yang ada di Papua,” kata Rajab.
Rajab mengatakan, banyak stacholder yang terkait di dalamnya termasuk, Pemda Provinsi maupun kota Jayapura, termasuk SMK Pariwisata. Karena setelah pelaksanaan PON, okupansi atau tingkat keterisian hotel sedikit menurut.
Mantan anggota DPRD Kota Jayapura ini juga mengakui, kota Jayapura adalah kota jasa dan perdagangan sehinggah perhotel dan restoran sangat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) kota Jayapura.
“Bahkan hotel-hotel yang ada di ibu kota provinsi Papua ini hanya berharap dari kegiatan pemerintah, karena ini kota jasa dan perdagangan,” imbuhnya.
Abdul Rajab mengatakan, dirinya bersama teman-teman DPD PHRI kedepannya untuk menggaet wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Kota Jayapura akui, Rajab, banyak destinasi yang sangat menarik, dari sisi alam baik laut, darat dan hutan.Dikatakan dengan keberadaan PHRI adalah penyumbang PAD terbesar di kota Jayapura, kurang lebih 70% dari pajak hotel.
“Untuk itu, dinas terkait dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pariwisata untuk kedepannya apa yang bisa dikelola. Walau banyak kendala terkait masalah hak ulayat untuk mengelola tempat-tempat wisata,” tandasnya.
Rajab pun menambahkan, selama ini banyak Ouner yang belum terlalu tertarik, dari sisi asas manfaatnya masuk sebaga anggota PHRI. Nanti kita undang untuk jangka pendek,” janji dia.
Bahkan para GM Hotel juga terkendala dengan intervensi para Ouner, jika okupansi turun maka ditegur, padahal keberadaan PHRI untuk kebaikan bersama.
Dalam waktu dekat lanjut Rajab, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Dinas Pariwisata, untuk mengetahui program apa yang bersinergi dengan PHRI,” tukas dia.
Ditempat yang sama, Sekertaris BPD PHRI Papua, Rino Arion menambahkan, PHRI akan kolaborasi dengan pemerintah dan meminta kalender event.
“Kita harus cari tahu dulu kalender event, project project ataupun program-program pemerintah baik dari Dinas Pariwisata maupun dari olahraga supaya kita bisa berkolaborasi. Mungkin sport tourism ataupun dari dunia pariwisata agar jangan saling bentrok,” terangnya.
Nanti kita bisa kerjasama juga dengan airlines baik itu dari maskapai-maskapai penerbangan dan pemerintah, jika sekiranya olahraga yang ada hubungannya dengan pariwisata budaya Papua mau tidak mau kita harus saling bersinergi.
“Pemerintah juga harus saling support, karena Hotel tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada gebrakan dari semua pihak dan pasti bisa. Kami optimis ke depannya dunia pariwisata di kota Jayapura maupun Papua pada umumnya akan semakin bagus,” ujar Rino.
Rino merincikan, untuk jumlah hotel di Papua ada 169 Hotel, namun yang baru terdaftar resmi sebagai anggota PHRI baru 23. Sehingga pengurus baru harus kerja keras untuk merangkul mereka,” pungkasnya.








