Tenaga Kerja Kunstruksi Diharapkan Hadapi Persaingan Dengan Terobosan Baru

Jayapura, Teraspapua.com – Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK), yang diselenggarakan dinas PUPR, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Jayapura, bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi (BJK) Wilayah VII Jayapura, resmi ditutup.

Pelatihan yang dimulai pada tanggal 3 Juli tersebut, akhirnya selesai, setelah kurang lebih satu minggu, 55 peserta yang terdiri dari TKK tukang batu dan tukang kayu ini, dilatih dan di uji oleh pihak PUPR maupun BJK.

banner 325x300banner 325x300

Berlangsung di lantai 2 kantor BJK Kotaraja, Sabtu (08/7/2023), Pelatihan dan Uji Sertifikasi tersebut ditutup oleh kepala dinas PUPR kota Jayapura, Novdi J. Rampi, yang diwakili Sekretaris Dinas Yayong Baddu, di dampingi kepala Jafung Ahli Madia Pembina Jasa Konstruksi, Paula M. D. Herewila, ST.

Kepala dinas PUPR kota Jayapura, Novdi J. Rampi dalam sambutannya yang dibacakan Yayong Baddu mengatakan, untuk membangun kota Jayapura membutuhkan orang-orang yang professional, inovatif dan berintegritas, khususnya putra-putri Papua.

“Karena itulah, pelatihan ini menjadi satu sarana penting, untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para peserta.” Tandas Yayong.

Yayong menambahkan, melalui pelatihan yang telah dilakukan, akan muncul inovasi-inovasi baru dalam mempermudah pemberian pelayanan kepada masyarakat, dan lahir kader-kader terbaik, dalam upaya membantu pembangunan kota Jayapura semakin baik.

Dalam menghadapi perubahan, lanjut Yayong, para peserta yang telah dinyatakan lulus, harus menghadapi persaingan tersebut dengan cara-cara baru dan terobosan-terobosan baru. Dan meniggalkan cara lama, yang sifatnya monoton.

“Karena itu saya mengajak peserta pelatihan, untuk mengambil jalan perubahan. Melakukan reformasi secara berkelanjutan dan tidak ada lagi pola pikir lama.” Pungkas Yoyon.

Dirinya berharap, para peserta tidak menyia-nyiakan proses pembelajaran yan telah diikuti selama ini, serta mewujudnyatakan didalam masyarakat. Karena kata dia, peserta yang memiliki sertifikat, adalam mereka yang memiliki kompetensi.

Sementara itu, Paula Herewila mewakili Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Chandra Pratama menyebutkan, seluruh peserta dinyatakan lulus uji sertifikasi.

Dikatakan, kelulusan peserta tersebut sesuai hasil uji dan pelatihan yang diberikan oleh asesor yang memiliki kompetensi dibidangnya.

“Jadi tidak sia-sia bapak ibu selama seminggu berada disini, dilatih dan dinyatakan kompeten.” Tandas Herewila.

Disebutkan, sertifikat kompetensi yang diterima oleh para peserta, akan menambah nilai jual untuk bisa bergening, di dunia kerja konstruksi.

“Sertifikat itu bisa meningkatkan kualitas, serta nilai dan harga jual bapak ibu, untuk bisa bergening di dunia kerja, khususnya jasa konstruksi.” Tandasnya.

(Dani/Har)