Gelar Coffee Morning, Pemkot Jayapura, Forkopimda dan PGGS Bahas Masalah-Masalah Sosial Yang Terjadi

foto bersama

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah kota Jayapura, Forkopimda menggelar coffee morning bersama PGGS se- Kota Jayapura di Hotel Batiqa Entrop, Rabu (17/7/2024).

Selain Penjabat Walikota, Christian Sohilait hadir pada momen itu Wakil Ketua DPRD kota Jayapura, Joni Y. Betaubun, SH, MH dan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor D. Mackbon.

Christian Sohilait mengatakan, masalah-masalah di kota Jayapura hampir semua berkaitan dengan masalah sosial, dan itu akhirnya menjadi beberapa program prioritas untuk kita selesaikan, tapi juga bertetapan dengan kedatangan Presiden RI, Joko Widodo.

Untuk itu ada 5 edaran yang dikeluarkan menjelang kedatangan Presiden.

“Kita melarang semua orang yang menjual miras untuk berhenti, tidak membuang sampah sembarangan, menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan,” kata Sohilait.

Lanjutnya, Pemkot Jayapura bekerja sama dengan Polresta untuk mobil-mobil yang rusak yang ada di tepi-tepi jalan poros Abepura untuk dibersihkan.

Selanjutnya di Jayapura Selatan, kemudian mobil-mobil rusak di taman ruko dok dua semuanya akan dibersihkan.

Kita juga melakukan pembatasan terhadap mobil-mobil besar, tidak boleh beroperasi disiang hari, tapi harus masuk kota hanya malam.

“Saya juga melarang SPBU untuk melakukan antrian mobil saat pengisian BBM, jika habis semua mobil-mobil tidak lagi parkir di kiri kanan menunggu pengisian berikut, jika ada baru parkir lagi,” kata Sohilait.

Dan edaran berikut seluruh masyarakat dan dunia usaha BUMN, BUMD untuk memasang umbul-umbul menyambut HUT RI.

Dikatakan, masalah yang paling besar di kota ini adalah sampah. Kita sudah larang orang untuk membuang sampah disiang hari, pagi sampai sore tidak membuang sampah.

“Jadi, sesuai Perda Kota Jayapura nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggaraan kebersihan, maka sampah dibuang pada malam hari,” jelasnya.

Untuk itu, jika warga kota membuang sampah tidak sesuai jam yang telah diatur dalam Perda, maka petugas sampah akan melakukan tindakan.

Penyebab sampah ini kata Sohilat macam-macam, ada orang memang tidak disiplin membuang sampah, bahkan sebagian warga kota yang hendak ke kantor juga ikut membuang smapah di siang hari. Ditegaskan sampah harus bersih di kota ini.

Selain itu penjual minuman keras (Miras) juga menjadi sorotan utama saat coffee morning. Penjualan miras sangat marak di kota ini, apalagi di malam hari para penjual berdiri di jalan untuk menawarkan kepada mereka-mereka yang ingin mengkonsumsinya.

“Untuk itu jika ada penjual yang ditemukan maka akan diborgol di tiang listrik. Saya sudah siapkan borgol di mobil, karena itu tidak boleh terjadi lagi,” ancamnya.

Selain itu kata Sohilat, Pemkot Jayapura smenetara membenahi beberapa titik lampu yang padam, karena di situ akan memicuh kejahatan.

Jadi ada 200 lebih titik lampu yang rusa yang sudah dibenahi dan kembali berfungsi, dan masih ada 300 titik lagi yang belum menyala.

“Karena itu kita butuhkan kekuatan lain kekuatan besar masyarakat yang bisa menolong kita salah satunya itu adalah para pendeta yang punya Jemaat,” ujarnya.

(Har)