Frans Pekey : Sekolah Tidak Boleh Membatasi Ruang Gerak Siswa

Jayapura, Teraspapua.com – Kemajuan pendidikan adalah bagian dari prioritas pembangunan. Karena itu, pendidikan di kota Jayapura harus menjadi yang terbaik di tanah Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat (Pj). Walikota Jayapura Frans Pekey, saat membuka Gelar Karya Projek Penguatan Profil  Pelajar Pancasila (P5)  SMP Negeri 9 Jayapura, Jumat (15/12/2023).

banner 325x300banner 325x300

Kualitas pendidikan yang terbaik kata Frans Pekey, bukan hanya berbicara soal sarana dan prasarana pendukung, tetapi juga terbaik dalam kualitas siswa dan juga kualitas para guru di semua jenjang pendidikan di kota Jayapura.

“Sehingga dengan demikian, dengan kualitas pendidikan yang dimiliki, maka lulusannya akan memiliki kemampuan dan daya saing.” Tandas Pekey.

Pekey menambahkan, kualitas pendidikan yang berdaya saing dan kompetitif tidak akan lahir dengan sendirinya, jika tidak didukung oleh pemerintah serta semua stakeholder.

Dirinya menegaskan, dunia pendidikan khususnya sekolah, tidak boleh menjadi lingkungan yang membatasi ruang gerak siswa, membatasi Inovasi dan kreasi siswa, dan tidak boleh menjadi lingkungan yang menakutkan dan menegangkan bagi para siswa.

“Sekolah harus menjadi lingkungan yang betul-betul memberikan ruang bagi siswa, untuk berekspresi dan menuangkan berbagai ide-ide keterampilan,” papar Pekey.

Dirinya berharap kepada semua pihak, baik orang tua, pihak sekolah maupun pemerintah, untuk bersama-sama bertanggungjawab menciptakan dan menyiapkan anak didik secara baik.

“Sehingga pada masanya nanti, mereka mampu bersaing dan berkompetitif, untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga maupun masyarakat.” Pungkasnya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 9 Jayapura, Anggoro Subiakto mengatakan, kegiatan yang digelar dengan tema “Sampah Bukan Musuh, Sampah Bagian Dari Hidup” tersebut, merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka Belajar.

Anggoro menyebutkan, sekolah yang dipimpinnya telah menerapkan P5 setiap hari Jumat, sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar.

“Sebelum pelajaran pertama, siswa diberikan makanan sehat dan pemberian vitamin, yang langsung diberikan oleh petugas Puskesmas,” terang Anggoro.

Tujuan pemeberian makanan sehat serta vitamin lanjut Anggoro, agar aktivitas para siswa tidak terganggu akibat masalah kesehatan.

Dirinya menambahkan, para guru SMP Negeri 9 Jayapura juga selalu memacu siswa untuk semangat, dengan memperlihatkan contoh sekolah-sekolah lain yang sudah maju, dalam hal penerapan P5.

“Dengan memperlihatkan contoh kemajuan siswa di sekolah-sekolah lain, maka dengan sendirinya siswa akan terdorong untuk melakukan hal yang sama.” Pungkasnya.

(elo)