851 Kasus Balita Stunting Ditemukan di Distrik Jayapura Selatan

Jayapura, Teraspapua.com – Sebanyak 851 kasus Balita Stunting ditemukan di 2 Kelurahan Distrik Jayapura Selatan kota Jayapura.

Hasil tersebut berdsarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), periode Oktober 2023. Yang sesuai hasil audit kasus stunting, maka ditemukan 851 Balita Stunting dari 7024 Balita yang mendapatkan pengukuran berat dan tinggi badan.

banner 325x300banner 325x300

Berdasarkan hasil ini, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) kota Jayapura, menggelar laporan pelaksanaan kegiatan rencana tindak lanjut dan evaluasi audit Kasus Stunting di kota Jayapura, Rabu (20/12/2023)

Giat yang berlangsung di ruang rapat walikota ini, bertujuan membahas rencana tindak lanjut hasil rekomendasi, dari tim pakar audit kasus stunting tersebut, dihadiri Penjabat (Pj). Sekda Kota Jayapura Robby Kepas Awi, serta para pimpinan OPD teknis lingkup Pemkot Jayapura.

Kabid Kependudukan dan KB pada Dinas P3KB  kota Jayapura, Aisyah Bustaman yang dikonfirmasi usai evaluasi mengatakan,kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi audit kasus stunting untuk kota Jayapura.

“Ini terkait kasus yang ditemui di Distrik Jayapura Selatan, tepatnya di Kelurahan Adipura dan kelurahan Argapura.” Ujar Aisyah.

Aisyah mengatakan, data kasus stunting yang diambil, kemudian di serahkan kepada tenaga medis untuk di isi datanya, sesuai dengan biodata para penderita dan kemudian dievaluasi dan diserahkan kepada tim pakar.

“Tim pakar ini adalah yang berkaitan dengan dokter SpOG dan yang berkaitan dengan anak, yaitu dokter ahli anak dan ahli gizi,” terang Aisyah.

Dirinya menambahkan, rapat evaluasi tersebut melibatkan semua OPD terkait, dan juga para kader TPK.

Lanjut dikatakan, hasil yang diharapkan dari evaluasi ini, adalah tindak lanjut untuk tahun 2024. Menyangkut masing-masing OPD yang berkaitan dengan stunting, serta langkah yang harus dibuat terkait kasus yang sudah dipaparkan.

“Jadi dari dinas Kesehatan dan dinas Pertanian serta OPD terkait lainnya, melakukan tindak lanjut sesuai dengan yang kita paparkan.” Tutupnya.

(elo)