<

Cegah Stunting, Dinkes Kota Jayapura Bagikan 218 Alat Antropometri

Jayapura, Teraspapua.com – Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penyerahan alat Antropometri Posyandu, kepada Posyandu se kota Jayapura, Selasa (20/2/2024).

Terlaksana di Gedung Siansor kantor Walikota, giat sosialisasi tersebut dibuka oleh Asisten II Setda kota Jayapura, Ir. B. Widi Hatanti, atas nama Penjabat (Pj). Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si.

Pada kesempatan ini Widi Hartanti mengatakan, perilaku hidup bersih dan sehat bukan pemberian dari siapapun, tetapi datang dari kesadaran masing-masing orang untuk hidup secara bersih.

Untuk itu dirinya menyebutkan, Pemkot Jayapura mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, guna mengajarkan PHBS khususnya kepada petugas medis di Puskesmas maupun Posyandu.

Selain itu dikatakan, giat yang dikhususkan bagi para Kader Posyandu tersebut, akan memberikan ilmu dan motivasi kepada Kader Posyandu yang akan menjadi jembatan informasi kepada masyarakat, terkait PHBS.

“Disini Kader Posyandu akan diberikan ilmu, sehingga akan menjadi jembatan ke masyarakat, tentang pola hidup bersih dan sehat,” ujar Widi Hartanti.

Terkait penyerahan alat Antropometri kepada 14 Puskesmas dan Posyandu, Widi Hartati mengatakan. Hal ini tentu akan membantu mengecek kesehatan ibu hamil maupun balita, sehingga pencegahan Stunting bisa dilakukan sejak dini.

“Diharapkan bukan hanya petugas Puskesmas yang bisa menggunakan alat ini, tetapi kader-kader Posyandu juga harus bisa menggunakannya.” Pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengatakan. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, maka Kader Posyandu diharapkan bisa melaksanakan tugasnya dengan benar.

Karena menurut Sri Antari, jika skill Kader Posyandu kurang, maka angka Stunting di kota Jayapura bisa naik, disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan alat medis khusus untuk mengukur balita tersebut.

“Maka, ini akan terus kita lakukan. Yakni peningkatan kapasitas para Kader Posyandu,” ucap Sri Antari.

Dirinya menyebutkan, sebanyak 218 alat Antropometri akan dibagikan kepada Puskesmas dan Posyandu dengan harapan, dengan adanya alat ini, tidak akan ada lagi kesalahan dalam menimbang maupun mengukur balita.

Lanjut kata Sri Antari, peremajaan Kader Posyandu juga akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Karena usia kader yang sudah lanjut, juga menjadi pertimbangan dalam menggunakan alat Antropometri yang butuh ketelitian.

“Mungkin nantinya para Kader Posyandu yang sudah berusia lanjut, dengan pengalamannya bisa menjadi pendamping bagi para Kader Posyandu yang masih muda.” Pungkas Antari.

(elo)