Mama-Mama Keerom Tegaskan Dukungan untuk BTM-CK: Pemimpin dari Tanah Sendiri”

Keerom, Teraspapua.com – Puluhan mama-mama dari wilayah adat Mamta (Mamberamo Tabi) dan Saireri yang tergabung dalam perempuan peduli demokrasi yang berdomisili di Kabupaten Keerom berkumpul dalam sebuah diskusi hangat bersama istri calon gubernur Papua Benhur Tomi Mano, Ibu Kristhina Luluporo Mano, dan istri calon wakil gubernur Constant Karma, Ibu Regina Rumbiak Karma, di Arso Kota, Sabtu (17/5/2025).

Acara tersebut juga dihadiri juga bapak-bapak, pemuda, serta anak-anak. Diskusi ini menjadi ajang penguatan komitmen masyarakat untuk mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Papua, Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM-CK), yang diusung sebagai pasangan nomor urut 1.

Mewakili mama-mama, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Keerom Servo Tuamis dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Keerom dengan senang hati menerima kunjungan ibu gubernur dan wagub untuk memberikan motivasi dan penguatan, khususnya kepada para mama-mama.

“Kami sudah punya hati untuk memilih BTM-CK pada 6 Agustus mendatang. Ini sudah menjadi komitmen kami,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dan kerja sama akan terus dijaga hingga hari pemungutan suara.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Kristhina Luluporo Mano menceritakan perjalanan panjang suaminya, Benhur Tomi Mano, mulai dari menjabat Camat Skanto, Lere di Kaure, Nimbokran, Camat Abepura, Kepala Bapenda, hingga dua periode sebagai Wali Kota Jayapura. Ia menggambarkan perjuangan keluarga mereka yang sederhana, meskipun ayah BTM adalah seorang polisi.

“BTM dan CK hadir karena mereka melihat langsung penderitaan rakyat, meskipun Otsus sudah ada, rakyat asli Papua masih mengalami kesulitan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) secara tepat sasaran, yang kini dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota, bukan lagi di provinsi. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan harus dimulai dari bawah, melalui musrenbang kampung, kelurahan, distrik, hingga kabupaten/kota.

“Setiap kebutuhan masyarakat harus dijadikan prioritas pemerintah,” ujarnya.

Kristhina juga menyinggung banyaknya kritik di media sosial terhadap BTM. Menurutnya, itu merupakan risiko menjadi pemimpin.

“BTM sudah banyak berkontribusi untuk kota Jayapura. Media sosial bisa digunakan untuk hal baik, maka mama-mama diingatkan gunakanlah dengan bijak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan kepada mama-mama untuk tidak lupa mencoblos pada tanggal 6 Agustus. “Kalau kita tidak datang ke TPS, kita membuka jalan untuk orang lain melakukan hal-hal yang tidak benar,” tegasnya.

Terkait praktik politik uang, Kristhina menyampaikan dengan nada santai, “Kalau ada yang kasih uang, ambil saja karena itu berkat, tapi pilihan tetap untuk BTM-CK. Mereka tidak punya banyak uang, tapi mereka hadir tulus untuk rakyat Papua.”

Ibu Regina Rumbiak Karma turut memperkenalkan suaminya, Constant Karma, sebagai calon wakil gubernur. Ia menjelaskan rekam jejak CK yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan di Wamena dan Keerom, termasuk saat mendistribusikan sapi bantuan presiden di Kerrom.

Ia juga menekankan pentingnya mewaspadai praktik “serangan fajar” menjelang pemilu. “Kalau ada yang datang kasih uang, terima saja, tapi hati tetap untuk BTM-CK,” tegasnya.

Regina juga menyampaikan rencana untuk membentuk program-program pemberdayaan mama-mama, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, budaya, dan pariwisata.

“Kami ingin mama-mama sejahtera, anak-anak terdidik, dan budaya kita tetap hidup,” katanya.

Di akhir acara, Regina mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang berasal dari tanah ini dan memahami rakyatnya.

“Papua sudah terpisah. Sekarang kita punya tanggung jawab membangun tanah ini sendiri. Jangan kasih kesempatan kepada orang lain untuk menguasai kita. Pilihlah BTM-CK, pemimpin dari rakyat, untuk rakyat.”
(Arc)