Biak, Teraspapua.com – Calon Wakil Gubernur Papua, Constant Karma, bersama sang istri, ibu Regina Rumbiak, menghadiri ibadah Minggu di Gereja Kristen Injili (GKI) Seneka, Kampung Karnindi, Klasis Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (8/6/2025). Kehadiran pasangan ini merupakan bagian dari undangan khusus Jemaat setempat dan masyarakat Kampung Karnindi.
Kunjungan Constant Karma ke Biak Numfor juga dalam rangka meresmikan posko pemenangan dan sekertariat, yakni Posko Laskar Teratai dan Sekretariat Bappilu DPD PKN Biak Numfor, yang akan menjadi pusat komando kemenangan Benhur Tomi Mano dan Constant Karma (BTM-CK) di wilayah tersebut.
Sebelum menghadiri ibadah, Constant Karma bersama istri disambut hangat oleh warga dan Wakil Ketua Klasis Biak Barat di pesisir pantai tempat gereja tua itu berdiri. Momen kedatangan mereka menjadi simbol kuat dari rasa persaudaraan dan iman yang mengakar dalam komunitas lokal.
Dalam ibadah yang berlangsung khidmat itu, Jemaat dari berbagai kalangan – mulai dari anak-anak hingga orang tua – memadati gedung gereja yang telah berdiri sejak tahun 1962 dan dikenal sebagai salah satu gereja tertua di wilayah Biak Barat. Bahkan banyak warga juga mengambil bagian dalam ibadah dari luar gedung, karena kapasitas yang terbatas.
Constant Karma terlihat sangat tersentuh selama mengikuti ibadah. Saat diwawancarai, matanya berkaca-kaca menyaksikan gedung gereja tua yang menjadi tempat warga menaruh harapan dan doa. Ia menyebut gereja tersebut sebagai simbol nyata kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya.
“Kita bersyukur melihat gereja ini yang berdiri megah di pesisir pantai, sekalipun masyarakat tinggal di rumah panggung yang sederhana. Tapi di kampung ini berdiri gereja sebagai rumah Tuhan. Ini adalah pekerjaan Tuhan, simbol berkat dan kehadiran-Nya bagi Jemaat di sini,” ungkap Constant Karma dengan penuh haru.
Ia juga mengenang pengalamannya saat menjadi ASN di daerah pegunungan Papua, termasuk saat beribadah di gereja kecil di daerah Hitigima, Wamena, yang hanya berdinding papan dan beralaskan rumput kering. Baginya, tempat ibadah yang sederhana sekalipun tetap suci karena kehadiran Tuhan tidak dibatasi oleh bangunan.
Dalam pesan singkatnya kepada Jemaat, Constant Karma mengajak seluruh warga untuk terus memuji dan menyembah Tuhan, serta berdoa agar berkat dan pertolongan Tuhan senantiasa menyertai keluarga-keluarga di Kampung Karnindi.
“Anak-anak di sini harus bersekolah. Kita hidup di tanah Papua ini hanya karena kasih dan anugerah Tuhan. Mari terus menjaga gereja, majelis-majelis tetap berdoa, dan Tuhan pasti akan mendengar,” pesannya.
Sementara itu, Penatua Naftali Womsior dalam penyampaian firman Tuhan dari 1 Korintus 12:1-11 dan Kisah Para Rasul 2:32-40, menekankan pentingnya pelayanan yang tulus dan menjauhi kepercayaan yang menyesatkan.
“Jangan turunkan ajaran yang salah kepada generasi muda. Pegang janji setia kepada Tuhan sampai akhir. Ajarkan iman Kristen dan dogma yang benar agar umat tidak sesat dalam hikmat dan kepemimpinan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh Jemaat untuk menggunakan karunia Roh Kudus dalam pelayanan, pembaruan, dan menjadi pembawa berkat bagi sesame,” tukasnya.
Ibadah Minggu di GKI Seneka ini menjadi bukti bahwa meskipun berada di kampung kecil dan terpencil, semangat iman Jemaat Karnindi tetap menyala, dan kehadiran tokoh seperti Constant Karma mempererat tali persaudaraan dan iman dalam menyongsong masa depan Papua yang penuh harapan.
(Hr)














