Dari Obhe Yahim, BTM Serukan Persatuan, Tolak Politik Uang Hingga Jaga Hak Kesulungan

BTM saat orasi politiknya di Obhe Yahim (foto Arche/Teraspapua.com)

Sentani, Teraspapua.com – Calon Gubernur Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), meresmikan Sekretariat Buyakha for BTM-CK sebagai pusat komando pemenangan mereka pada Pilkada Papua, Selasa (18/6/2025).

Peresmian berlangsung di Obhe Yahim, Kampung Sentani Tengah, Kabupaten Jayapura, lokasi sakral yang menjadi pusat musyawarah masyarakat adat Sentani.

Usai peresmian BTM melakukan tatap muka dan dialok bersama masyarakat yang ada di wilayah adat Yahim, untuk menyerap masukan dan usulan.

Dengan penuh penghormatan, BTM memulai sambutannya di hadapan para Ondofolo, kepala suku, dan masyarakat adat dengan menyampaikan bahwa berdiri di Obhe Yahim adalah momen bersejarah dan sakral bagi dirinya.

“Saya berdiri di Obhe ini bukan sebagai orang luar, tapi sebagai anak negeri. Di sinilah saya meresmikan sekretariat perjuangan BTM-CK, dan ini adalah sebuah kehormatan besar bagi saya,” ujar BTM dengan suara penuh haru usai memotong pita peresmian.

Obhe, yang merupakan rumah adat Sentani, selama ini menjadi tempat bermusyawarah bagi para tetua adat dalam menata kehidupan masyarakat secara damai dan sejahtera. Maka, menjadikan tempat ini sebagai sekretariat perjuangan politik menjadi simbol kuat bahwa perjuangan BTM-CK tidak lepas dari akar budaya dan nilai-nilai adat.

BTM menegaskan bahwa kehadirannya dalam kontestasi Pilgub Papua adalah representasi dari anak-anak Tabi, sementara Constant Karma mewakili masyarakat adat Saireri.

“Saya berdiri di sini untuk mengetuk hati para Ondofolo, mama-mama, om-om, dan semua masyarakat adat. Apakah masih ada hati untuk anak Tabi?” tanya BTM retoris, mengajak masyarakat memberikan dukungan penuh pada Pilkada mendatang.

BTM mengajak masyarakat untuk menjaga hak kesulungan mereka dan tidak tergoda oleh praktik politik uang. Ia mengingatkan bahwa harga diri sebagai anak adat tidak dapat diukur dengan uang, berapa pun jumlahnya.

“Harga diri kita bukan Rp300 ribu, Rp500 ribu, atau bahkan Rp1 juta. Kita harus jaga dusun kita, tanah kita, dan marwah kita sebagai anak negeri,” tegasnya.

BTM menyerukan agar masyarakat datang berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 6 Agustus 2025 untuk memberikan hak suara dan memilih pasangan calon nomor urut 1, BTM-CK.

Dalam orasi politik, BTM bahkan mengibaratkan suara rakyat sebagai hasil kebun yang harus dijaga dan dipagari agar tidak diambil pihak lain.

“Kalau mereka kasih uang, ambil saja, itu berkat. Tapi suara tetap untuk nomor 1, BTM-CK. Karena di bilik suara, tidak ada yang melihat, hanya Tuhan yang tahu isi hati kita,” ucapnya

BTM juga mengingatkan para penyelenggara pemilu, baik KPPS maupun PPD, untuk bekerja dengan takut akan Tuhan agar tidak terjadi kecurangan yang bisa mengakibatkan pemungutan suara ulang seperti sebelumnya.

“Kalau pun harus PSU tiga atau empat kali, BTM tetap akan menjadi Gubernur Papua karena suara rakyat adalah suara Tuhan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, BTM menyinggung pencapaiannya pada Pemilu sebelumnya, saat terpilih sebagai anggota DPR RI dengan suara terbanyak dari Papua. Ia menekankan bahwa kekuatan figur lebih penting dibandingkan jumlah partai pendukung.

“Saya hanya dari satu partai, PDI Perjuangan, tapi bisa kalahkan 15 partai gabungan. Orang punya uang banyak, partai banyak, tapi rakyat melihat siapa yang bekerja dan siapa yang punya hati untuk Papua,” ungkapnya.

BTM juga mengingatkan bahwa kekuasaan sejati tidak ditentukan oleh kekuatan materi, melainkan oleh kehendak Tuhan.

“Tuhan tidak lihat partai besar, Tuhan tidak lihat isi kantong. Tuhan lihat hati pemimpin yang tulus untuk mensejahterakan rakyat Papua,” katanya mantap.

Sebagai penutup, BTM menyampaikan bahwa bila terpilih sebagai Gubernur Papua, program prioritasnya akan difokuskan pada tiga bidang utama: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berwibawa.

“Saya hadir untuk menghapus air mata rakyat Papua, dan semua suku yang hidup di rumah besar ini. BTM-CK tidak menjanjikan yang muluk-muluk, tapi kami berkomitmen untuk kerja nyata,” pungkasnya.

Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025, Constant Karma memberikan arahan strategis kepada para relawan dan pendukung di Yahim.

Ia menekankan pentingnya menjaga partisipasi pemilih, memetakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di masing-masing TPS, serta mengantisipasi potensi kecurangan, termasuk serangan fajar.

“Kalau ada serangan fajar, ambil saja uangnya, tapi suara tetap untuk BTM-CK,” serunya disambut tepuk tangan warga.

Ia juga mengingatkan untuk memperkuat para saksi di seluruh TPS di Sentani dan Kabupaten Jayapura. Relawan diminta memiliki peran aktif dalam memastikan tidak ada warga dari luar daerah yang mencoblos di tempat yang bukan wilayah domisilinya.

“Yang paling penting adalah jaga TPS, jaga pemilih, dan jaga suara kita. Tapi yang paling penting dari semuanya: jaga kemenangan kita,” tutup Constant Karma penuh semangat.

(Hr/Nv)