Sesepuh Panama Jayapura Minta Pengurus Baru Perkuat Hubungan dengan Negeri Amahusu

Foto Bersama Sesepuh, Ketua Ikemal Kota Jayapura dengan Pengurus Panama yang baru dilantik (foto Harley/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Sesepuh Persekutuan Anak Negeri Amahusu (Panama) Jayapura, Harry Silooy, meminta kepengurusan baru periode 2026–2029 memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Negeri Amahusu di Ambon, Maluku.

Harry menilai keberadaan Panama di Kota Jayapura merupakan bagian dari perpanjangan tangan masyarakat Negeri Amahusu yang berada di tanah rantau. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah negeri di Amahusu dinilai penting untuk menjaga hubungan kelembagaan, adat, budaya dan persaudaraan.

Pesan tersebut disampaikan Harry setelah melantik Badan Pengurus Panama Jayapura periode 2026–2029 di Ruang Serbaguna Jemaat GPI Papua Bukit Zaitun, Dok VIII, Kota Jayapura, Minggu (20/9/2026).

Dalam kepengurusan baru tersebut, Trency Huwae dipercaya sebagai ketua. Ia akan menjalankan roda organisasi bersama sekretaris, bendahara, sejumlah seksi dan anggota kepengurusan lainnya.

Harry mengatakan pergantian kepengurusan merupakan bagian dari dinamika sebuah organisasi. Ia mengibaratkan perjalanan Panama selama ini seperti sebuah kapal yang berlayar dan harus menghadapi berbagai kondisi dalam perjalanan.

“Kalau kita ibaratkan sebuah perahu atau kapal yang berjalan, tentunya akan menghadapi badai, ombak dan sebagainya. Kendala-kendala yang dihadapi itu adalah hal yang biasa dalam hidup ini,” kata Harry.

Menurut dia, berbagai persoalan yang muncul selama perjalanan kepengurusan sebelumnya tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus kebersamaan. Sebaliknya, setiap tantangan harus menjadi pengalaman untuk memperkuat organisasi.

Harry menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama yang dinilai telah membawa bahtera Panama Jayapura hingga sampai pada momentum pergantian kepemimpinan.

“Kita bersyukur bahwa kita sudah sampai pada pelabuhan untuk menggantikan nakhoda dan ABK yang baru,” ujarnya.

Harry kemudian meminta pengurus Panama Jayapura yang baru dilantik segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Negeri Amahusu di Ambon, Maluku.

Ia mengibaratkan langkah tersebut sebagai bentuk laporan diri bahwa telah terbentuk kepengurusan baru Panama di Kota Jayapura.

Menurut Harry, hal itu penting karena Panama Jayapura memiliki hubungan langsung dengan Negeri Amahusu sebagai daerah asal masyarakat Amahusu.

“Kita ada di sini, di Kota Jayapura, Papua, sebagai perpanjangan tangan dari Negeri Amahusu di Ambon, Maluku. Karena itu, pengurus yang baru perlu berkoordinasi dengan pemerintah negeri, ibarat kita melapor diri bahwa telah terbentuk kepengurusan yang baru,” katanya.

Harry juga menekankan pentingnya memahami posisi ketua persekutuan dalam kehidupan anak negeri Amahusu di Jayapura. Ia menyebut ketua bukan sekadar menjalankan fungsi administratif organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga hubungan persaudaraan dan nilai-nilai adat.

“Yang tadi dilantik sebagai ketua Persekutuan Anak Negeri Amahusu, secara tidak langsung dia itu menjadi pemimpin bagi anak-anak negeri Amahusu yang ada di Kota Jayapura,” ujarnya.

Karena itu, Harry mengingatkan seluruh anggota agar menghormati dan mendengarkan arahan pemimpin, sekaligus tetap memberikan ruang bagi kritik dan koreksi.

Ia menilai sikap terbuka dari seorang pemimpin penting agar organisasi tidak berjalan secara sepihak.

Harry menyinggung komitmen Trency Huwae dalam sambutannya yang menyatakan terbuka terhadap kritik dan siap menerima koreksi dari anggota.

Menurut Harry, sikap tersebut perlu dipertahankan karena kepemimpinan dalam sebuah persekutuan tidak dapat berjalan sendiri.

“Kalau pemimpin punya kekurangan, dia harus terbuka untuk mau dikoreksi dan saling menopang,” katanya.

Harry juga menekankan pentingnya keberadaan persekutuan bagi anak negeri Amahusu di tanah rantau.

Menurut dia, persekutuan bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mengenal, memahami hubungan kekerabatan dan menjaga ikatan persaudaraan.

“Persekutuan itu sangat penting karena melalui persekutuan kita dapat mengetahui dan mengerti siapa basudara kita satu dengan yang lain,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan persekutuan sebagai ruang yang terbuka bagi seluruh anak negeri Amahusu di Kota Jayapura.

Selain menjaga hubungan internal, Harry juga mengingatkan Panama sebagai bagian dari Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Kota Jayapura untuk mendukung program organisasi masyarakat Maluku tersebut.

Menurut dia, dukungan terhadap program Ikemal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai keluarga besar Maluku di Kota Jayapura.

“Sebagai Persekutuan Anak Negeri Amahusu, kita juga merupakan bagian daripada Ikatan Keluarga Maluku di Kota Jayapura. Karena itu, wajib bagi kita untuk senantiasa mendukung program yang dibuat oleh Ikemal Kota Jayapura,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikemal Kota Jayapura, Pit Hein Kainama, mengajak seluruh anak Maluku di tanah rantau, khususnya di Kota Jayapura, meninggalkan ego pribadi yang dapat memicu perpecahan.

Pit Hein menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Panama Jayapura periode 2026–2029.

Ia mengawali sambutan dengan mengajak seluruh hadirin mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dapat berkumpul untuk menyaksikan pelantikan kepengurusan baru.

“Pertama-tama mari kita memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat-Nya hari ini katong semua boleh baku dapat di tempat ini untuk bersama-sama menyaksikan pelantikan badan pengurus Anak Negeri Amahusu yang baru untuk periode 2026–2029,” kata Pit Hein.

Ia mengaku tidak ingin menyampaikan terlalu banyak hal karena menurutnya pesan yang disampaikan ketua terpilih, Trency Huwae, sudah cukup lengkap.

Namun, sebagai Ketua Ikemal Kota Jayapura, ia mengingatkan anak-anak Maluku di tanah rantau agar tidak membiarkan ego pribadi menjadi sumber perpecahan.

“Sebagai anak negeri Maluku yang ada di tanah rantau, tinggalkan ego masing-masing yang terkadang menyebabkan terjadi perpecahan. Katong tetap harus baku jaga, baku tolong dan baku dukung,” ujarnya.

Menurut Pit Hein, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dirawat agar masyarakat Maluku di Kota Jayapura dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial masyarakat di daerah ini.

Ia mengajak seluruh persekutuan negeri dan kampung-kampung Maluku di Jayapura untuk tidak hanya berkumpul dalam kegiatan internal, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun kota.

“Mari katong berbuat yang terbaik untuk kota ini dan menjadi contoh bagi yang lainnya,” katanya.

Pit Hein juga mengingatkan generasi Maluku di tanah rantau untuk menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu.

Menurut dia, para orang tua yang datang ke tanah Papua membawa berbagai peran, termasuk sebagai penginjil dan guru. Kehadiran mereka tidak hanya membangun kehidupan keluarga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pendidikan, iman dan kehidupan sosial kepada generasi berikutnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada generasi terdahulu, tetapi terus menjadi fondasi kehidupan anak-anak Maluku di Kota Jayapura.

“Orang tua kita datang ke tanah ini sebagai penginjil dan sebagai guru. Sudah pasti mereka mengajarkan hal-hal yang baik. Karena itu, apa yang telah ditanamkan oleh mereka harus terus kita jalankan,” ujarnya.

Menurut Pit Hein, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda Maluku di tanah rantau.

Ia mengingatkan agar warisan tersebut tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi diwujudkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Pit Hein juga berharap kepengurusan Panama Jayapura yang baru dapat bersinergi dengan kepengurusan Ikemal Kota Jayapura.

Ia menyebut dukungan dari berbagai persekutuan negeri dan keluarga merupakan salah satu bagian penting dalam memperkuat organisasi masyarakat Maluku di Kota Jayapura.

Karena itu, ia mengajak Panama bersama-sama mendukung program kerja Ikemal Kota Jayapura pada periode kepengurusan yang sedang berjalan.

Pit Hein mengatakan penyusunan program kerja Ikemal akan disesuaikan dengan hasil rapat kerja organisasi di tingkat pusat.

“Katong harus sama-sama mendukung program kerja Ikemal Kota Jayapura yang akan kami susun nanti. Namun, kami juga harus menunggu rapat kerja di tingkat pusat terlebih dahulu, sehingga hasilnya menjadi acuan bagi kita bersama,” katanya.

Ia berharap seluruh persekutuan anak negeri dan keluarga Maluku dapat mengambil bagian dalam berbagai program yang nantinya dijalankan.

Menurut dia, kekuatan organisasi tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga pada dukungan seluruh anggota dan persekutuan yang berada di dalamnya.

Pelantikan Panama Jayapura periode 2026–2029 tersebut sekaligus menjadi momentum pergantian kepemimpinan dan peneguhan kembali komitmen menjaga persaudaraan anak negeri Amahusu di Kota Jayapura.

Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Trency Huwae, Panama diharapkan mampu memperkuat hubungan dengan Negeri Amahusu di Ambon, menjaga nilai adat dan budaya, serta membangun sinergi dengan Ikemal Kota Jayapura dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Pesan para sesepuh dan tokoh Maluku dalam pelantikan tersebut bermuara pada satu hal: menjaga persaudaraan, mengurangi ego, membuka ruang komunikasi dan menjadikan persekutuan sebagai tempat untuk saling menopang dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan di tanah rantau.

(Har)