Jayapura, Teraspapua.com – Tradisi Pukul Sapu merupakan warisan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Negeri Mamala dan Negeri Morella Maluku.
Tradisi ini berupa atraksi saling memukul badan hingga terluka dan mengeluarkan darah dengan menggunakan sapu lidi (batang daun enau).
Tradisi ini pun bukan saja di lakukan di Negeri Mamala dan Morela, tapi juga di lakukan di tanah rantau seperti di Kota Jayapura, Tradisi ini hampir setiap saat dilakukan anak-anak Mamala dan Morela seuasi Lebaran
Tradisi ini pun mewarnai pembukaan pesta makan durian sepuasnya yang digelar oleh Mosilou Jayapura, dalam rangka menggalang dana untuk untuk pembangunan gedung Gereja Elim GPM Toisapu Kecamatan Leitumur Selatan, Ambon, Maluku.
Mengawali itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jayapura Ir. Widhi Hartanti, dan sejumlah sesepuh Maluku melakukan pemukulan pertama sebelum anak-anak Negeri Mamala dan Morela melakukan aksi tersebut.
Pantaun teraspapua.com, banyak warga Maluku bahkan Kota Jayapura menyaksikan tradisi pukul sapu yang dilakukan di lapangan PTC Entrop, Selasa (25/4/2023).
Para pemuda yang dibagi dalam dua kelompok yang menggunakan celana pendek putih dan ikat kepala merah, saling membalas memukul satu dengan yang lain, hinggah badan mengeluarkan darah dan bekas pukulan sapu lidi.
Baku Pukul Manyapu yang sering disebut oleh masyarakat Morella dengan sebutan “ Palasa “ yang artinya saling memukul dengan sapu lidi
Teriakan warga pun tak henti didengar, karena baru pertama kali menyaksikan secara dekat aktrasi mengerihkan dan unik itu.
Ketua Mosilou Kota Jayapura, Rani Sohuat kpeada Teraspapua.com mengatakan, teman-teman yang tergabung dalam grup pukul sapu mereka berpartisipasi dalam kegiatan pesta makan durian sepuasnya.
“Tarian pukul sapu tersebut merupakan salah satu tradisi dari negeri Mamala Morella. Jadi tidak sembarang orang yang bisa melakukan hal ini,” ungkap Rani.
Menurut Rani, tradisi ini tidak dilakukan di waktu-waktu atau hari-hari biasa, namun dilakukan selesai hari raya Lebaran.
“Dan momennya kebetulan selesai lebaran bertepatan dengan kegiatan musilow yaitu makan durian sepuasnya sehingga mereka ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Jadi, pada prinsipnya teman-teman dari negeri Mamalia Morella mereka selalu mendukung kegiatan ini terutama orang Maluku di kota Jayapura,” pungkasnya.
(Har)









