Mama Papua di Balik Buket Kelulusan, Angelina Rumbino Kembangkan Usaha Kreatif dari Rumah

Mama Angelina Rumbino Sababrofek,saat menjual buket di SMP Negeri 3 Biak Kota (foto Hendrik/Teraspapua.com)

Biak, Teraspapua.com – Momen lepas kenang siswa-siswi Kelas IX SMP Negeri 3 Biak Kota Tahun Pelajaran 2025/2026 tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para lulusan dan keluarga, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha lokal. Salah satunya adalah Angelina Rumbino Sababrofek, seorang mama Papua asal Kampung Soryar, Distrik Biak Timur, yang menekuni usaha pembuatan buket untuk berbagai acara spesial.

Di tengah kemeriahan acara lepas kenang yang berlangsung di Biak, Angelina tampak sibuk melayani para orang tua dan siswa yang ingin memberikan buket sebagai bentuk penghargaan, kasih sayang, dan ucapan selamat kepada para lulusan. Beragam buket hasil kreasinya menjadi pelengkap suasana bahagia yang penuh kenangan.

Angelina mengungkapkan bahwa usaha buket yang dijalankannya telah ditekuni selama kurang lebih satu tahun. Selain untuk acara kelulusan tingkat SMP dan SMA, buket buatannya juga banyak diminati untuk kegiatan wisuda maupun perayaan penting lainnya.

Meski memiliki pelanggan yang terus bertambah, usaha yang dijalankannya hingga kini masih bersifat rumahan dan musiman. Ia belum memiliki lokasi usaha khusus untuk memasarkan hasil karyanya secara lebih luas.

“Selama ini saya masih membuat dan menjual buket dari rumah. Biasanya pesanan meningkat saat musim kelulusan, wisuda, atau acara-acara tertentu,” ujar Angelina.

Menurutnya, keterbatasan sarana transportasi juga menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan usaha tersebut. Saat mengikuti kegiatan lepas kenang, ia hanya dapat membawa buket dalam jumlah terbatas karena proses pengangkutan membutuhkan kendaraan yang memadai.

Meski menghadapi berbagai kendala, semangat Angelina untuk mengembangkan usahanya tetap tinggi. Ia berharap suatu saat dapat memiliki tempat usaha sendiri sehingga produksi dan pemasaran buket dapat dilakukan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.

Kisah Angelina menjadi gambaran nyata ketangguhan perempuan Papua dalam membangun usaha kreatif di tengah berbagai keterbatasan. Melalui tangan kreatifnya, buket-buket yang dirangkai bukan hanya menjadi simbol ucapan selamat, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi keluarga serta ikut menggerakkan pertumbuhan UMKM di Kabupaten Biak Numfor.

(HDK)