Perum Bulog Siapkan 110 Ton Beras Untuk Kota Jayapura

Jayapura, Teraspapua.com – Pemerintah kota Jayapura mengapresiasi Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Pangan Tahap II, Tahun 2023, oleh Perum Bulog wilayah Papua dan Papua Barat.

Penjabat (Pj). Walikota Jayapura, Frans Pekey, menyampaikan apresiasi tersebut, saat menghadiri launching Penyaluran Beras Bantuan, yang berlangsung di gudang Bulog Argapura, kota Jayapura, Senin (11/9/2023).

Dikatakan, dengan dimulainya distribusi bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat tahap kedua ini, akan memastikan bahwa masyarakat semakin terlayani, khususnya beras bagi masyarakat penerima manfaat, di kota Jayapura.

Pekey menambahkan, sejauh ini masalah data penerima bantuan, masih menjadi persoalan dasar. Karena menurutnya, data yang dipakai masih data yang lama.

“Setiap kali kita membagi, baik itu bantuan tunai ataupun juga bantuan pangan, masalah data ini selalu muncul. Dan itu memang satu soal yang belum kita bereskan mengenai data, karena update data ulang itu yang belum tuntas.” Papar Pekey.

Lanjut Frans Pekey, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, menjadi lokasi pertama distribusi bantuan pangan oleh Perum Bulog. Untuk itu dirinya berharap, masyarakat penerima manfaat bisa memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk kebutuhan sehari-hari.

“Harapan saya kepada masyarakat yang menerima manfaat, agar supaya bantuan yang diberikan itu bisa dimanfaatkan, digunakan dengan baik. Dan bantuan ini akan didistribusikan setiap bulan, yaitu September, Oktober dan November.” Tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat, Raden Guna Dharma mengatakan, bantuan pangan tersebut disalurkan serentak untuk enem provinsi sekaligus, di wilayah Papua.

Sedangkan untuk kota Jayapura lanjut Raden, kelurahan Tanjung Ria menjadi wilayah pertama, untuk distribusi bantuan tersebut dengan total 7,7 ton.

“Hari ini kita mulai dari kelurahan Tanjung Ria. Dan untuk alokasi satu bulan khusus untuk kota Jayapura, itu ada 110 ton.” Sebut Raden.

Dengan stok beras mencapai 36.000 ton, Raden memastikan stok ketersediaan beras di Perum Bulog Papua, bisa bertahan hingga delapan bulan ke depan.

Selain itu, untuk penerima manfaat di kota Jayapura, disebutkan berjumlah 11.000 KPM. Sementara untuk data penerima manfaat, lanjut Raden, penyaluran sesuai dengan data yang diterima dari Kementerian Sosial.

“Data per hari ini, sudah kami terima dari Kementerian Sosial. Kementerian Sosial sudah memverifikasi kemudian disampaikan ke Bapanas dan Bapanas memerintahkan kami, sesuai dengan data yang sudah diverifikasi.” Ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Samuel Siriwa menyebutkan, penerima manfaat untuk cadangan beras di enam provinsi di Papua, berjumlah 1 juta 400 ribu penerima. Sedangkan khusus untuk provinsi Papua, sebanyak 580 penerima manfaat.

Dikatakan, berbicara soal ketersediaan pangan, maka pemerintah provinsi Papua sudah melakukan beberapa kegiatan di luar dari distribusi bantuan pangan, dengan mengadakan kegiatan pasar murah di beberapa wilayah.

“Khusus untuk kita di provinsi Papua, sering kali kita lakukan kegiatan-kegiatan, seperti pasar murah. Terakhir kita lakukan di daerah perbatasan Skouw, pada saat 17 Agustus.” Tandasnya.

(elo)