Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura, Dr. Dani Melmambessy, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua-Papua Barat, Suriel S. Mofu, atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada institusi yang dipimpinnya.
Menurut Dani, dukungan tersebut merupakan bagian dari peran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta, baik melalui penguatan sumber daya dosen, pemberian beasiswa kepada mahasiswa, maupun dorongan terhadap berbagai program pengembangan kampus.
“Puji Tuhan, berkat dukungan tersebut, hari ini kami dapat meraih prestasi berupa akreditasi unggul untuk Program Studi Magister Manajemen. Ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi STIE Port Numbay,” ujarnya usai acara Halalbihalal 1447H/2026M di kampus setempat, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk mendorong program studi lainnya agar dapat meraih akreditasi serupa di masa mendatang.
“Target kami ke depan adalah seluruh program studi yang ada di STIE Port Numbay dapat memperoleh akreditasi unggul,” katanya.
Dalam upaya pengembangan akademik, STIE Port Numbay juga telah memperoleh izin pembukaan program studi baru, yakni Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan jenjang sarjana. Program ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin tinggi di sektor keuangan dan perbankan.
Dani menjelaskan, pembukaan program studi tersebut berangkat dari sejarah kampus yang sebelumnya dikenal sebagai Akademi Keuangan dan Perbankan (D3), serta tingginya permintaan terhadap lulusan sarjana di bidang tersebut.
“Dengan adanya program studi ini, kami berharap lulusan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor keuangan dan perbankan,” ujarnya.
Dari sisi jumlah mahasiswa, Dani mengungkapkan bahwa secara umum penerimaan mahasiswa baru di STIE Port Numbay masih berada dalam kondisi stabil, meskipun di tengah persaingan yang semakin ketat dengan bertambahnya jumlah perguruan tinggi di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura.
“Memang ada sedikit penurunan, tetapi tidak signifikan dan tidak mempengaruhi operasional kampus. Kami masih berjalan dengan baik,” katanya.
Berdasarkan data, jumlah mahasiswa yang terdaftar mencapai ribuan, meskipun yang aktif saat ini berkisar sekitar 600 orang. Sementara itu, sebagian lainnya berstatus tidak aktif karena berbagai alasan, termasuk izin studi maupun tanpa keterangan.
Saat ini, STIE Port Numbay memiliki beberapa program studi yang terdiri dari jenjang diploma, sarjana, hingga magister. Untuk jenjang sarjana, terdapat Program Studi Manajemen dan Ekonomi Pembangunan, serta Program Studi Magister Manajemen untuk jenjang S2.
Dengan penambahan Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan, total program studi di STIE Port Numbay kini bertambah menjadi lima.
Dani menambahkan, sejumlah program studi yang ada saat ini telah meraih akreditasi “Baik Sekali”, baik untuk Program Studi Manajemen maupun Ekonomi Pembangunan jenjang sarjana. Pihaknya pun menargetkan peningkatan status akreditasi tersebut menjadi “Unggul” di masa mendatang.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas, baik dari sisi akademik, sumber daya manusia, maupun sarana prasarana, agar ke depan seluruh program studi dapat meraih akreditasi unggul,” ujarnya.
Dengan berbagai capaian dan pengembangan yang dilakukan, STIE Port Numbay Jayapura optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Tanah Papua.
(arc)









