Jayapura, Teraspapua.com – Klasis GPI Papua Jayapura memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-16 melalui ibadah syukur yang digelar di Jemaat GPI Papua Bukit Zaitun Dok VIII, Kota Jayapura, Kamis (17/9/2026).
Perayaan tersebut mengangkat tema “Gereja dan Umat yang Tangguh, Setia Menghadirkan Kristus di Tengah Krisis”. Tema itu menjadi refleksi perjalanan pelayanan gereja sekaligus ajakan kepada seluruh jemaat untuk tetap teguh dalam iman dan pelayanan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Ibadah syukur tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Evert Merauje, yang mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo.
Turut hadir Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, Ketua Majelis Jemaat GPI Papua Abepura, Anugerah Entrop, Bukit Zaitun Dok VIII, Eliezer Sentani, bersama para jemaat, serta mantan Ketua Klasis GPI Papua Jayapura, Pdt. Jhon Leleuli.
Dalam sambutan Wali Kota Jayapura yang dibacakan Evert Merauje, pemerintah kota menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan pelayanan GPI Papua Jayapura selama 16 tahun.
“Pemerintah Kota Jayapura merasa sangat bersyukur dan terhormat dapat hadir di tengah-tengah keluarga besar GPI Papua pada momen yang penuh berkat ini, untuk merayakan 16 tahun perjalanan pelayanan Klasis Jayapura sekaligus 41 tahun berdirinya GPI Papua,” kata Evert.
Menurutnya, perjalanan 16 tahun Klasis GPI Papua Jayapura tidak terlepas dari berbagai dinamika, tantangan, serta perubahan zaman. Namun, gereja dinilai tetap mampu berdiri teguh dalam iman dan kasih serta terus menjalankan tugas pelayanan kepada umat dan masyarakat.
“Selama 16 tahun ini, Klasis Jayapura telah melewati berbagai dinamika, tantangan dan perubahan zaman. Namun, sebagaimana tema yang kita angkat, gereja ini tetap berdiri teguh dalam iman, teguh dalam kasih dan setia memberitakan Injil di tengah segala situasi yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.
Ia mengatakan usia 41 tahun GPI Papua juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pelayanan gereja yang terus berkembang di Tanah Papua.
Perjalanan tersebut, kata dia, menjadi bukti pemeliharaan dan penyertaan Tuhan terhadap gereja dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat.
“GPI Papua yang lahir dari kasih Tuhan terus tumbuh dan berkembang menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.
Evert juga menekankan pentingnya kemitraan antara gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat.
Menurutnya, gereja dan negara memiliki tugas yang berbeda tetapi saling melengkapi, terutama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, menjaga kedamaian, memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan daerah.
“Gereja dan negara memiliki tugas yang saling melengkapi. Sama-sama bekerja untuk kebaikan manusia, kesejahteraan masyarakat serta kedamaian dan kemajuan Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia mengapresiasi peran GPI Papua, khususnya Klasis Jayapura, yang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan keagamaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai bentuk kepedulian sosial.
Gereja, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan, membangun persatuan serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Kota Jayapura yang berbudaya, religius dan sejahtera.
“Pemerintah sangat mengapresiasi peran GPI Papua, khususnya Klasis Jayapura, yang selama ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap sesama, menjaga kerukunan hidup, membangun persatuan dan menjadi mitra pemerintah,” katanya.
Atas dasar itu, Wali Kota Jayapura berharap Klasis GPI Papua Jayapura terus memperkuat perannya dalam kehidupan masyarakat.
Jemaat juga diharapkan mampu mempertahankan keteguhan iman serta menghadirkan nilai-nilai kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Teruslah menjadi gereja yang tangguh dalam iman, teruslah menghadirkan Kristus di tengah kehidupan masyarakat dan teruslah bersinergi serta bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPI Papua Jayapura, Pdt. Jefri I. Hindom, M.Th., mengatakan perjalanan 16 tahun pelayanan Klasis GPI Papua Jayapura merupakan proses panjang yang tidak terlepas dari penyertaan Tuhan.
Ia mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan momentum HUT ke-16 sebagai kesempatan untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan pelayanan gereja.
“Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur ke hadapan Tuhan Yesus Kristus karena atas pimpinan-Nya kita dapat melaksanakan ibadah syukur hari ulang tahun Klasis ke-16,” kata Jefri.
Ia menjelaskan, sebelum menjadi klasis yang berdiri sendiri, perjalanan pelayanan GPI Papua Jayapura memiliki sejarah panjang yang sebelumnya masih berada dalam kebersamaan pelayanan dengan Nabire.
Dalam perjalanan tersebut, proses pemekaran kemudian dilakukan hingga Klasis Jayapura dan Klasis Nabire dapat menjalankan pelayanan masing-masing.
Menurut Jefri, perjalanan tersebut juga diwarnai pergantian kepemimpinan serta dinamika organisasi dan pelayanan.
Namun, berbagai perubahan tersebut tidak menghalangi gereja untuk terus bertumbuh dan menjalankan tugas pelayanan.
“Selama 16 tahun ini ada beberapa fase kepemimpinan yang sudah kita lewati. Ada pergantian tiga ketua klasis dan berbagai dinamika dalam perjalanan pelayanan,” ujarnya.
Ia menyebut Klasis GPI Papua Jayapura juga mengalami perkembangan dalam jumlah jemaat dan wilayah pelayanan.
Perkembangan itu menjadi bagian dari proses pertumbuhan gereja yang terus berjalan dari waktu ke waktu.
Jefri mengatakan gereja tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan tugas pelayanan. Karena itu, Klasis GPI Papua Jayapura terus membangun hubungan dan kemitraan dengan pemerintah maupun gereja-gereja lainnya.
“Kita tidak berjalan sendiri. Dalam pelayanan internal, kita juga membangun kemitraan dengan pemerintah dan gereja-gereja lain,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura yang selama ini dinilai memberikan dukungan terhadap pelayanan gereja.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kapolresta Jayapura Kota yang hadir dalam perayaan HUT tersebut.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dan aparat keamanan merupakan bagian dari kemitraan dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang terus mendukung kami dalam pelayanan ini. Hari ini beliau diwakili oleh Bapak Asisten I. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolres yang hadir dalam ibadah syukur ini,” ujarnya.
Memasuki usia ke-16, Jefri menyebut Klasis GPI Papua Jayapura masih berada dalam fase pertumbuhan. Karena itu, seluruh jemaat diminta tetap menjaga persatuan dan komitmen pelayanan.
Ia mengakui perjalanan pelayanan gereja tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan dan keterbatasan menjadi bagian yang harus dihadapi bersama.
Namun, menurutnya, gereja memiliki modal utama berupa umat yang terus mendukung pelayanan.
“Selama pelayanan 16 tahun ini tentu ada dinamika dan tantangan. Tetapi kita percaya satu modal yang paling besar adalah umat. Inilah yang membuat kita terus dipimpin Tuhan dan semakin bertumbuh,” katanya.
Ia berharap ke depan pelayanan Klasis GPI Papua Jayapura dapat terus dikembangkan, termasuk melalui penguatan pos-pos pelayanan.
Jefri menilai pengembangan pelayanan tersebut membutuhkan komitmen bersama, terutama dalam menghadapi berbagai keterbatasan yang ada.
“Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa terus mengembangkan pos-pos pelayanan sehingga pelayanan ini semakin meningkat. Ini tentu tidak mudah karena ada tantangan dan pergumulan yang cukup besar,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga gereja untuk terus menjaga kebersamaan, persatuan dan kemitraan.
“Biarlah dalam komitmen yang sama kita terus membangun kemitraan dan persatuan, apa pun tantangan dan rintangan yang ada, sebab Yesus selalu bersama dengan kita,” katanya.
Ketua Panitia HUT Klasis GPI Papua Jayapura ke-16, Paskali Panggabean, S.H., M.H., mengatakan perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh warga gereja untuk merefleksikan perjalanan pelayanan selama 16 tahun.
Menurutnya, perjalanan tersebut tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan organisasi gereja, tetapi juga tentang bagaimana gereja terus menjalankan tugas pewartaan Injil, membangun persekutuan, pelayanan dan kesaksian di tengah masyarakat.
“Perayaan syukur ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga gereja untuk merefleksikan perjalanan pelayanan Klasis GPI Papua Jayapura selama 16 tahun dalam mewartakan Injil, membangun persekutuan, pelayanan dan kesaksian di tengah masyarakat,” kata Paskali.
Ia mengatakan tema “Gereja dan Umat yang Tangguh, Setia Menghadirkan Kristus di Tengah Krisis” menjadi pesan utama dalam perayaan HUT tahun ini.
Tema tersebut kemudian diperkuat melalui subtema “Kedewasaan Iman di Usia ke-16 Tahun Mengokohkan Langkah Gereja dan Umat untuk Tidak Goyah, Melainkan Terus Menjadi Terang dan Pembawa Damai Sejahtera Kristus.”
Menurut Paskali, tema dan subtema tersebut mengandung pesan agar seluruh umat tetap kuat dalam iman dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Seluruh umat diajak untuk tetap kuat dalam iman, teguh dalam pelayanan dan menghadirkan kasih Kristus di tengah berbagai tantangan kehidupan sosial, ekonomi dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat saat ini,” ujarnya.
Ia berharap momentum HUT ke-16 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik penguatan komitmen seluruh warga gereja untuk meningkatkan pelayanan.
Dengan semangat kebersamaan dan kedewasaan iman, Klasis GPI Papua Jayapura diharapkan terus hadir sebagai bagian dari masyarakat dan memberikan kontribusi dalam menciptakan kehidupan yang damai, rukun dan sejahtera.
Perayaan HUT ke-16 tersebut ditutup dengan ungkapan syukur serta komitmen bersama untuk melanjutkan pelayanan gereja, memperkuat persatuan jemaat dan membangun kemitraan dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.
(Har)










