Sentani, Teraspapua.com – BP YPK di Tanah Papua periode ini, kembali mengagendakan kunjungan dimana sekolah YPK berada, untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar, tapi juga ketersediaan sarana dan prasarana, serta para guru.
Kali ini pengurus YPK berkunjungan ke Kabupaten Jayapura, Papua, tepat di SMP YPK Martin Luther, jalan pos 7, Sereh, Distrik Sentani. Sekaligus apel bersama menandai tahun ajaran baru 2023/2024 dan diskusi dengan dewan guru dan kepala sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK.
Ketua BP YPK di tanah Papua, Joni Y. Betaubun, SH, MH, memimpin langsung kunjungan tersebut, sekaligus menjadi pembina apel, Jumat (27/7/2023).

Turut pula dalam kunjungan itu, Ketua Dewan Pengawas YPK di Tanah Papua, Ibu Kristhina R. I. Luluporo Mano, S, IP. M. AP. dan anggota, Sekertaris YPK, Pdt. Syahnur Abbas, Wakil Sekertaris, Yustus Pondayar, SH, MH, Direktur eksekutif YPK, Dra. Christina Dwisunu Widyastuti, M.Pd. Bendhara, Silas Thom Rumbewas.
Kemudian Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayapura, Drs. Eqberth Kopew, M.Pd dan Ketua Pengelola Sekolah Wiayah (PSW) YPK Kabupaten Jayapura, Pieter Yom, SE, Msi, serta
Ketua BP YPK, Joni Y. Betaubun mengkau kehadiran BP YPK hari ini untuk memberikan semangat bagi teman-teman yang mengabdi untuk mendidik anak-anak yang ada di sekolah YPK.
“Jadi, kita mulai dengan apel bersama untuk mengawali tahun ajaran 2023/ 2024, tapi juga kita berdiskusi dengan topik “Guru Bicara BP YPK Mendengar”. Untuk pengembangan, kemajuan sekolah YPK di Kabupaten Jayapura,” ujar Joni Y. Betaubun.

Joni mengatakan, untuk kebangkitan sekolah di Kabupaten Jayapura, maka YPK harus bersama-sama dengan pemerintah membangun dan mencerdaskan sumber daya manusia di Papua.
“Tetapi secara khusus sumber daya manusia, anak-anak didik yang sekolah dasar Yayasan Pendidikan Kristen di Kabupaten Jayapura,” sambung Joni.
Pada kesempatan tersebut, Betaubun meminta kepada para peserta didik, agar di tahun ajaran baru untuk perbaharui semangat, terus belajar dan menata diri.
Yang terpenting ditegaskan, jika hari ini siapapun yang menjadi kepala sekolah, maka semua guru harus taat, mengikuti dan menghargai dia sebagai seorang yang mimpin.
Dia juga minta para guru dan kepala sekolah harus mampu mendorong kompetensi, karena guru yang melayani di sekolah YPK, tentu itu adalah panggilan salib untuk melayani.

Selain itu usai melakukan pertemuan dengan para kepsek, Joni mengakui telah mendengar masukan-masukan. Tapi, yang paling banyak ditanyakan yaitu setoran 4% dari jemaaat untuk membantu sekolah-sekolah YPK yang ada di pinggiran.
“Jadi, apa yang menjadi masukkan hari ini, tentu kami BP YPK akan sampaikan kepada Sinode GKI di tanah Papua. Bahkan kami juga menjelaskan hasil keputusan Sidang Sinode di Waropen yaitu setoran10% akan dibagikan ke sekolah-sekolah YPK yang ada di bawah Sinode GKI,” jelasnya.
Sementara, terkait dengan permintaan para guru agar BP YPK sering turun ke sekolah-sekolah YPK yang ada di wilayah itu, Joni menyebutkan, tidak setiap hari pengurus bisa datang. Karena pihaknya mengurus YPK di seluruh tanah Papua.

“Tapi dia membeberkan, pengurus BP YPK akan mengunjungi semua sekolah YPK yang ada di kabupaten kota pada 6 provinsi di tanah Papua,” ucapnya.
Betaubun pun menambahkan, terkait dengan keluhan-keluhan dari para guru dari TK hingga SMK, maka pentingnya kehadiran kami hari ini untuk mendengar hal itu,”pungkas pria yang kren disapah JB itu.
(Har/Ricko)















