Ketua Komisi IV DPRP Joni Betaubun Harap Mahasiswa FEB Uncen Harus Jadi Agen Perubahan yang Berintegritas dan Siap Hadapi Tantangan Global

Foto bersama usai Ketua Komisi IV DPRP Joni Y. Betaubun memberikan materi (foto Arche/Teraspapua.com)

Jayapura, Teraspapua.com – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Joni Y. Betaubun, kembali tampil sebagai narasumber dalam seminar bertajuk Ekobis yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen), Selasa (26/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula FEB ini dihadiri oleh 290 mahasiswa dari berbagai jurusan.

Dalam paparannya, Betaubun menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan calon pemimpin masa depan bangsa. Hal ini bukan sekadar slogan, melainkan fakta sejarah yang telah terbukti sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi. Mahasiswa selalu hadir di garis depan memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan perubahan sosial.

Menurut Betaubun, dunia kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan. Di sinilah mahasiswa belajar mengasah kemampuan berpikir kritis, mengelola konflik, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan di dunia kampus kian kompleks. Mahasiswa kerap dihadapkan pada tekanan akademik, tuntutan orang tua, persaingan antarmahasiswa, hingga pengaruh lingkungan negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan maraknya judi online. Belum lagi distraksi dari media sosial seperti TikTok dan Instagram yang, jika tidak dikendalikan, bisa mengalihkan fokus dari tujuan utama yaitu belajar dan membangun masa depan.

“Oleh karena itu, dunia belajar harus dijalani dengan kesadaran penuh. Mahasiswa dituntut untuk mampu memilih jalan yang benar, membangun disiplin, menjaga integritas, dan memanfaatkan setiap peluang positif yang ada,” tegasnya.

Dalam menghadapi arus globalisasi yang deras dan pengaruh negatif dari lingkungan sekitar, Betaubun menekankan pentingnya mahasiswa menjadi diri sendiri dan membangun karakter yang kokoh.

“Menjadi diri sendiri dalam dunia belajar berarti mengenal jati diri, membangun karakter positif, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Hindari mencontek, plagiat, dan gunakan teknologi untuk kebaikan, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa agar aktif memilih komunitas dan organisasi yang positif, baik internal seperti BEM dan PMK, maupun eksternal seperti GMKI, PMKRI, GMNI, dan HMI.

Sebagai narasumber, Joni Betaubun turut memaparkan tantangan global yang dihadapi mahasiswa ekonomi, seperti Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0, yang menuntut penguasaan keterampilan digital, literasi data, dan inovasi.

Menurutnya, dunia kerja tidak lagi hanya mencari ijazah, tetapi juga menilai keterampilan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Lulusan ekonomi tidak hanya bersaing secara nasional, tetapi juga menghadapi persaingan global dengan tenaga kerja asing.

“Tanpa keahlian tambahan seperti bahasa asing, literasi keuangan, teknologi digital, dan kemampuan komunikasi, mahasiswa akan tertinggal,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memahami isu-isu global seperti pandemi, resesi, perubahan iklim, dan konflik internasional yang berdampak langsung terhadap perekonomian.

“Mahasiswa ekonomi harus siap memberi solusi ketika nanti terjun ke masyarakat,” tambah Betaubun.

Menutup materinya, Joni Y. Betaubun mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan dan integritas pribadi.

“Jangan hanya menunggu jadi PNS. Kembangkan potensi dan kontribusi kalian sejak di kampus, hingga bisa ikut mengelola potensi luar biasa yang dimiliki Papua untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Pembantu Dekan II FEB Uncen, Otniel Safkaur, menyambut positif pelaksanaan seminar tersebut. Ia menilai bahwa kehadiran para pemateri, termasuk Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun dan perwakilan dari KADIN maupun DPR Kabupaten Tolikara, sangat bermanfaat bagi mahasiswa.

“Ilmu yang mereka dapat hari ini sangat aplikatif, baik untuk dunia bisnis maupun pemerintahan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali wawasan praktis,” kata Safkaur.

Ia berharap, mahasiswa dapat mengembangkan diri, tidak hanya menunggu peluang kerja formal, tetapi juga berinovasi di tengah masyarakat dan ikut mengelola sumber daya alam Papua secara bijak.

Ketua BEM FEB Uncen, Marthen Weya, menyatakan bahwa seminar ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki keberanian untuk tampil, berpikir kritis, dan menghadapi kenyataan di luar kampus.

“Kami ingin mahasiswa FEB mampu bersuara dan berperan aktif, baik di dalam kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.

(Arc/Nov)