banner 325x300
DAERAH  

Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol Imbau Warga Jaga Kedamaian Pasca Kerusuhan di Yalimo, Tegaskan Stop Ucapan Rasis

Wamena, Teraspapua.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Yalimo berawal dari ujaran bernuansa rasis yang melibatkan pelajar. Ia mengimbau seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-Papua, untuk tetap menjaga ketenangan serta kedamaian di wilayah tersebut.

“Kami menghimbau kepada semua pihak, masyarakat non-Papua maupun OAP yang ada di Kabupaten Yalimo, agar bersama-sama menjaga situasi tetap damai. Pemerintah provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten serta aparat keamanan akan turun langsung membantu memulihkan kondisi,” kata Pahabol di Wamena, Kamis (18/9/2025).

banner 325x300

Menurutnya, Papua Pegunungan selama ini dalam keadaan baik. Namun, insiden bernuansa rasis berpotensi memicu emosi masyarakat jika tidak segera diselesaikan dengan bijak. Karena itu, ia menegaskan agar semua pihak menahan diri dan tidak memperpanjang persoalan.

“Kami sebagai anak asli Papua Pegunungan sekaligus kepala suku, meminta masyarakat, terutama para pemuda, anak-anak sekolah, dan mahasiswa, jangan lagi memperbesar masalah ini. Percayakan penyelesaiannya kepada pemerintah dan aparat keamanan,” ujarnya.

Pahabol menambahkan, pernyataan bernada rasis terhadap orang Papua bukanlah hal baru, namun sangat menyakitkan. Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak bisa menerima perlakuan tersebut.

“Kata-kata rasis tidak boleh lagi dilontarkan kepada kami, orang Papua yang berkulit hitam dan berambut keriting. Itu berarti menolak karya Tuhan. Jika satu orang mengucapkan kata rasis, dampaknya bisa meluas dan merugikan banyak orang,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat non-Papua yang hidup di tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan, untuk benar-benar menghargai perbedaan. Menurutnya, keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga, bukan dijadikan alasan untuk saling merendahkan.

“Keberagaman ini indah. Jangan lagi ada kata-kata rasis. Mari hidup berdampingan, saling menghargai, dan menjaga keutuhan negeri ini. Kedamaian adalah harga paling mahal yang harus kita jaga bersama,” imbuh mantan Bupati Yahukimo dua periode tersebut.

Pahabol menegaskan, jika kondisi Papua Pegunungan tetap aman dan kondusif, maka pemerintah dapat fokus membangun daerah. Ia pun mengingatkan para tokoh adat, kepala suku, dan pemimpin masyarakat agar terus memberikan pemahaman kepada warganya demi menjaga persatuan.

“Mulai hari ini, besok, dan seterusnya, kedamaian harus menjadi prioritas nomor satu di Papua Pegunungan. Jika daerah ini tenang, maka pembangunan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
(Nov/Har)