Jayapura, Teraspapua.com – Dalam upaya mewujudkan visi besar “YPK Bangkit dan Bekerja Menuju Pendidikan Berkarakter dan Unggul di Tanah Papua”, Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (BP YPK) Tanah Papua mengambil langkah strategis melalui pembukaan Kelas Bilingual di SMA YPK Diaspora, Kotaraja.
Program ini tidak hanya menjadi unggulan YPK Tanah Papua, tetapi juga ditetapkan sebagai pilot projectuntuk pengembangan sekolah-sekolah unggulan YPK di masa mendatang. Langkah ini dinilai sebagai wujud komitmen transformasi pendidikan Kristen di Bumi Cenderawasih, sejalan dengan tuntutan era global yang terus berubah secara dinamis.
Hal ini disampaikan oleh Ketua BP YPK Tanah Papua, Joni Y. Betaubun, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Workshop Penyusunan Modul Ajar Kelas Bilingual SMA YPK Diaspora yang berlangsung di Hotel Horison, Padang Bulan, Senin (6/10/2025).
“Program Kelas Bilingual ini bukan sekadar inovasi pembelajaran, melainkan langkah transformatif dan visioner dalam menjawab tantangan abad ke-21. Pendidikan Kristen harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap tuntutan global, tanpa kehilangan akar nilai dan spiritualitasnya,” tegas Betaubun
Betaubun menekankan bahwa dunia saat ini tengah memasuki era masyarakat global yang ditandai dengan keterhubungan tanpa batas, kemajuan teknologi yang sangat pesat, serta kebutuhan akan penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, yang menjadi bahasa ilmu pengetahuan, komunikasi internasional, dan diplomasi global.

“Melalui kelas bilingual ini, kita tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, tetapi juga membentuk karakter dan daya saing peserta didik, agar mereka mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri, iman, dan nilai-nilai Kristiani,” lanjutnya.
YPK Tanah Papua berkomitmen menghadirkan pendidikan Kristen yang relevan, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendidikan yang dibangun harus mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya beriman dan berkarakter, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu aspek penting dalam pengembangan Kelas Bilingual ini adalah penyusunan modul ajar yang berbasis pada struktur dan silabus Kurikulum Cambridge. Kurikulum ini merupakan salah satu standar pendidikan internasional yang menekankan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi global, serta pembelajaran berbasis penelitian.
Betaubun menegaskan bahwa adaptasi kurikulum Cambridge di lingkungan YPK akan disesuaikan dengan nilai-nilai iman Kristen dan kearifan lokal Papua. Dengan demikian, modul ajar yang dihasilkan tidak hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi juga mencerminkan transformasi konkret pendidikan Kristen di Papua sebuah pendidikan yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan karakter.
“Anak-anak didik kita harus dipersiapkan untuk mampu berdiri tegak di tengah perubahan dunia, menjadi terang dan garam bagi bangsa, serta membawa nilai-nilai Kristus dalam setiap bidang kehidupan,” ujarnya .
Workshop penyusunan modul ajar ini menjadi langkah awal yang sangat penting dan strategis. Para narasumber, pengembang kurikulum, guru, serta tim penyusun modul diharapkan mampu menghasilkan bahan ajar yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berorientasi pada konteks lokal dan tuntutan global.
“Kita percaya bahwa hikmat datang dari Tuhan (Amsal 2:6), dan melalui hikmat itulah kita membangun generasi Papua yang cerdas, berkarakter, dan beriman,” tambah Betaubun, sembari mengajak seluruh peserta workshop untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan semangat pelayanan.
Betaubun menekankan bahwa transformasi pendidikan Kristen tidak boleh hanya dilihat sebagai upaya akademik semata, melainkan juga sebagai panggilan iman. Ia mengutip ayat dari Kolose 3:23 sebagai pengingat dan semangat dalam bekerja:
“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Ia juga berharap agar hasil workshop ini menjadi teladan bagi sekolah-sekolah YPK lainnya di Tanah Papua, dan dapat memperkuat identitas pendidikan Kristen sebagai pendidikan yang unggul secara akademik, tangguh secara moral, dan berakar secara spiritual.

Mengakhiri sambutannya, Joni Y. Betaubun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat narasumber, tim pengembang kurikulum, guru, dan peserta workshop atas dedikasi dan kontribusi dalam menyukseskan kegiatan strategis ini.
“Apa yang kita kerjakan hari ini adalah investasi rohani dan intelektual bagi masa depan anak-anak Papua. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memimpin setiap proses, menuntun setiap pikiran, dan memberkati setiap hasil karya kita,” tutupnya.
Dengan semangat kolaboratif dan pelayanan, BP YPK Tanah Papua terus melangkah maju dalam menghadirkan wajah baru pendidikan Kristen di Papua pendidikan yang menjawab tantangan zaman, memuliakan Tuhan, dan membangun masa depan generasi muda Papua yang tangguh, cerdas, dan beriman.
(Arc/Nov)















