Joni Betaubun: Dies Natalis ke-15 Universitas Ottow Geissler Papua Jadi Momentum Transformasi Pendidikan Berbasis Iman dan Kepedulian

Jayapura, Teraspapua.com – Perayaan Dies Natalis ke-15 Universitas Ottow Geissler Papua menjadi momentum reflektif yang sarat makna, tidak sekadar menandai pertambahan usia institusi, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi untuk meneguhkan arah dan panggilan pelayanan dalam dunia pendidikan tinggi di Tanah Papua.

Hal itu disampaikan Ketua BP YPK Tanah Papua, Jony Y. Betaubun, dalam ibadah syukur dan perayaan Dies Natalis yang digelar di gedung serbaguna kampus, Jumat (27/3/2026).

“Perayaan Dies Natalis sebuah universitas bukan sekadar penanda bertambahnya usia institusi. Ini adalah momen untuk menoleh ke belakang dengan rasa syukur, melihat ke dalam dengan kejujuran, serta memandang ke depan dengan iman dan keberanian,” ujarnya.

Dengan mengusung tema “Membangun Kepedulian dalam Ilmu, Iman, dan Pengabdian”, Betaubun menilai tema tersebut relevan dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Ia menegaskan bahwa pendidikan Kristen sejati tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus melahirkan kepedulian yang bersumber dari nilai-nilai iman dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menurutnya, ilmu tanpa kepedulian hanya akan melahirkan kecerdasan yang dingin, sementara iman tanpa kepedulian akan menjadi religiusitas yang kosong. Adapun pengabdian tanpa kepedulian, kata dia, hanya akan menjadi rutinitas yang kehilangan makna.

“Ketika ilmu, iman, dan pengabdian dipersatukan oleh kepedulian, maka akan lahir pribadi-pribadi yang tidak hanya terdidik, tetapi juga terpanggil; tidak hanya pandai, tetapi juga peka; serta tidak hanya berhasil, tetapi juga berguna bagi sesama,” tegasnya.

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat ditandai dengan kemajuan teknologi, kompetisi global, serta disrupsi digital Universitas Ottow Geissler Papua dinilai tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus bertransformasi secara menyeluruh.

Transformasi tersebut mencakup pembaruan visi, penguatan budaya akademik, peningkatan mutu kelembagaan, hingga penguatan spiritualitas pelayanan dan relevansi sosial. Universitas, lanjut Betaubun, harus mampu menjadi institusi yang unggul secara akademik, kokoh dalam integritas moral, serta jelas dalam identitas iman.

“Universitas ini harus menjadi pusat pembentukan generasi Papua yang tercerahkan oleh ilmu, diteguhkan oleh iman, dan digerakkan oleh panggilan pelayanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Universitas Ottow Geissler Papua bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan alat pelayanan dalam membangun manusia Papua seutuhnya. Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi akademik, kedewasaan spiritual, serta integritas moral.

Ia juga menyoroti pentingnya melahirkan sarjana Papua yang tetap berakar pada budaya lokal, tidak kehilangan iman, serta peka terhadap realitas sosial masyarakat. Dari kampus ini, diharapkan lahir intelektual yang mampu berpikir kritis, bertindak etis, dan melayani dengan kasih.

Dalam landasan teologisnya, Betaubun mengutip Amsal 1:7, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,” sebagai dasar bahwa seluruh proses pendidikan harus berakar pada nilai-nilai iman. Ia mengingatkan, ilmu tanpa landasan spiritual berpotensi melahirkan kesombongan, sementara ilmu yang berakar pada iman akan menjadi sarana transformasi.

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan sejumlah poin strategis, di antaranya penguatan jati diri sebagai universitas berbasis iman, peningkatan mutu tata kelola dan akademik, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi dinamika zaman.

Selain itu, kampus didorong menjadi ruang lahirnya pemimpin Papua yang transformatif, yang mampu menjembatani iman dan ilmu, tradisi dan kemajuan, serta kepentingan lokal dan global. Kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari gereja, pemerintah, masyarakat adat, hingga dunia usaha juga dinilai krusial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, BP YPK Tanah Papua menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kelembagaan universitas. Seluruh civitas academica diajak menjadikan Dies Natalis ini sebagai titik tolak pembaruan, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Kami mengajak seluruh civitas academica untuk membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, serta mengembangkan inovasi agar universitas ini benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat,” kata Betaubun.

Apresiasi turut disampaikan kepada para dosen dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam membina generasi muda Papua. Sementara kepada mahasiswa, ia berpesan agar memanfaatkan masa studi dengan sungguh-sungguh, membangun karakter, serta mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

Menutup sambutannya, Betaubun menyampaikan harapan agar Universitas Ottow Geissler Papua semakin teguh dalam iman, unggul dalam ilmu, serta luas dalam pengabdian bagi Tanah Papua dan Indonesia.

“Tuhan memberkati Universitas Ottow Geissler Papua, Tuhan memberkati YPK Tanah Papua, dan Tuhan memberkati Tanah Papua,” pungkasnya.
(Har)