Jayapura, Teraspapua.com – Terjadinya penurunan produksi pertanian di beberapa daerah di Indonesia, tentu sangat berpengaruh kepada distribusi pangan ke daerah-daerah lain, termasuk juga untuk kota Jayapura.
Demikian disampaikan Penjabat (Pj). Walikota Jayapura, Frans Pekey, saat menghadiri penanaman padi varietas Nutri Zinc, dalam rangka pengendalian inflasi daerah kota Jayapura, yang dilakukan di distrik Muara Tami, Selasa (12/9/2023).
Frans Pekey mengatakan, pemerintah pusat melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (BAPANAS), menjamin ketersediaan pangan. Sehingga stok pangan di seluruh tanah air termasuk di kota Jayapura, tetap tersedia.
Namun demikian lanjut Frans Pekey, kota Jayapura khususnya distrik Muara Tami, memiliki lahan kering maupun lahan basah untuk persawahan. Untuk itu pemerintah melalui Dinas Pertanian terus mendorong ketahanan pangan lokal melalui para petani, agar terus meningkatkan kualitas produksi
“Dari waktu ke waktu terus kita lakukan. Dan hari ini dalam rangka untuk memenuhi ketahanan pangan maka, pemerintah kota bersama Forkopimda, kita melakukan penanaman padi varietas Nutri Zinc.” Ujar Pekey.
Lahan yang dibuka untuk giat penanaman padi Nutri Zinc seluas 2 hektar. Namun demikian, Frans Pekey menyebutkan, area penanaman padi tersebut akan diperluas hingga mencapai 10 hektar, sehingga bisa diproduksi.
Pada kempatan ini juga dilakukan panen jagung untuk pakan ternak. Terkait hal ini, Pekey juga menyebutkan, pemerintah akan terus mendorong produksi jagung, mengingat tempat-tempat produksi ayam daging maupun ayam petelur, sudah ada di beberapa wilayah di kota Jayapura.
Untuk itu dirinya meminta dinas Pertanian dan para petani, agar terus meningkatkan produksi, sehingga tidak terjadi kelangkaan pakan.
“Beberapa waktu yang lalu saat Sidak, harga daging ayam dengan telur itu sedikit naik. Saat ditanya beberapa penjual, ternyata harga naik itu karena kelangkaan pakan.” Pungkasnya.
Sementara itu, kepala dinas Pertanian kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo menyebutkan, untuk musim tanam tahun ini, pihaknya menargetkan 300 hektar lahan yang akan ditanam.
Untuk 10 hektar awal penanaman ujar Hendrik Rollo, di set untuk produksi benih padi, dengan Varietas Nutri Zinc.
“Diset untuk produksi benih, itu tujuan utama dari dinas, diluar produksi untuk konsumsi itu dilakukan oleh petani.” Papar Hendrik.
Dinas Pertanian lanjut Hendrik, menargetkan 15-20 ton benih padi, dari 10 hektar yang akan dtanami. Sehingga mampu mengcover permintaan dari kabupaten Jayapura dan kabupaten Keroom.
(elo)








